• Jumat, 22 Oktober 2021

Tesla Borong Bitcoin, Harga Tembus Rp650 Juta

- Rabu, 10 Februari 2021 | 12:40 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Setelah Tesla Inc membeli Bitcoin senilai US$1,5 juta atau sekitar Rp21 triliun, harga mata uang kripto itu melejit ke angka Rp650 juta. Dalam dua hari, kenaikan Bitcoin mencapai sekitar 20,9 persen, dimana sebelumnya dijual Rp540 juta.

Tesla menjadi perusahaan otomotif pertama yang membeli Bitcoin. Tak hanya membeli sebagai aset, produsen mobil listrik asal AS tersebut juga akan menerima transaksi berbentuk Bitcoin. Tesla beralasan langkah ini diambil agar lebih fleksibel dalam pengelolaan aset dan bentuk transaksi.

CEO Indodax Oscar Darmawan menyebut bahwa Tesla menambah deretan perusahaan korporasi yang membeli Bitcoin senilai jutaan dolar AS atau triliunan rupiah. Sebelumnya, sederet perusahaan seperti Microstrategy Inc, Square, Tudor Investment Corp, JP Morgan, Citibank, dan Paypal yang menyediakan pembayaran dengan Bitcoin.

"Tesla membeli Bitcoin senilai Rp21 triliun. Tentunya, permintaan sebanyak ini langsung berdampak kepada kenaikan harga. Karena salah satu faktor yang meningkatkan harga Bitcoin adalah permintaan atau demand," kata Oscar dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM, Selasa (9/2/2021).

Pembelian Tesla tersebut juga membuat Bitcoin kembali melewati harga tertingginya. Sebelumnya, harga tertinggi bitcoin (all time high/ATH) Rp580 juta, yang terjadi pada Januari 2021.

Sebelumnya, bos perusahaan tersebut, Elon Musk, juga mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag Bitcoin di profil Twitternya. Aksi tersebut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Dimana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan sekitar Rp500 juta.

Oscar mengatakan bahwa sejak Desember 2020, Bitcoin terus mencetak rekor kenaikan harga tertinggi dan saat harga Bitcoin sudah tinggi, kepercayaan orang-orang untuk membeli Bitcoin bertambah.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan, akan ada lagi korporasi atau konglomerat yang akan membeli Bitcoin dalam waktu dekat. Karena Bitcoin sudah terbukti menjadi nilai lindung inflasi yang baik dan menjadi aset safe haven.

"Jika pembelian atau permintaan masif terus terjadi, maka kemungkinan besar harga Bitcoin akan terus meningkat. Seperti apa yang diprediksi JP Morgan sebelumnya, Bitcoin bisa mencapai Rp2 miliar pada tahun ini atau tahun depan," ucap Oscar.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Tips Hilangkan Nyeri Sendi dari Dokter Zaidul Akbar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:44 WIB
X