• Rabu, 22 September 2021

Analisa Bisnis Big Data Penting untuk Perusahaan

- Sabtu, 6 Maret 2021 | 11:30 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Pemanfaatan teknologi dalam sistem penanganan big data sangat diperlukan hal tersebut diungkapkan Bank Negara Indonesia (BNI) saat memakai sistem data terintegrasi yang dimiliki oleh Teradata untuk mengelola bisnisnya.

"Kami menampung data yang dapat terintegrasi itu sebagai sebuah sistem. Dengan adanya sistem itu pencarian data lebih mudah, pengisian laporan lebih baik, dan juga lebih cepat dalam memberikan informasi untuk mendukung bisnis," kata SVP Learning Consulant Bank BNI Sigit Eri Soelistianto, dalam konferensi pers daring bersama Teradata terkait pemanfaatan data terintegrasi.

Adapun dua layanan yang digunakan BNI dari Teradata, perusahaan asal Amerika adalah Enterprise Warehouse Data untuk menyimpan berbagai jenis data secara digital serta Financial Services Logical Data Model untuk mengatur manajemen dan menganilisis data yang ada di gudang data.

Ia melanjutkan Data dan Analitik Bank BNI itu pun mengatakan sejak 2012 setelah penggunaan sistem terintegrasi itu berjalan, bank milik negara itu menjadikan data-data yang ada sebagai acuan dalam mengambil keputusan bisnis.

Hal itu terjadi karena dengan keseluruhan data yang terintegrasi, terdapat hanya satu acuan data yang bisa dipercaya atau dikenal dengan istilah Single Source of Truth.

"Seluruh data pelanggan, data produk, data transaksi tercakup dalam gudang data tadi. Itu dilakukan update harian yang berkesinambungan. Jadi secara keseluruhan data yang ada di kami ini jadi satu-satunya referensi yang akhirnya dipakai untuk membuat suatu keputusan bisnis," ujar Sigit.

Sigit merasa dengan memanfaatkan layanan dari Teradata dapat membuat pekerjaan khususnya di dunia perbankan lebih efektif.

"Jadi kalau dulu dari banyak divisi, ada banyak bentuk laporan. Kalau saat ini dengan adanya enterprise warehouse data dan juga ada analisisnya, semua cukup di satu tempat. Board Of Director (BOD) pun hanya percaya angka kalau keluar dari divisi kita," ujar Sigit.

Ia mengaku tak kuatir terkait keamanan atau pun ancaman kebocoran data. Hal itu karena ia memercayakan tim IT BNI untuk menjaga keamanan data digital nasabah dan perusahaan.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X