• Jumat, 22 Oktober 2021

Uji Coba Plasma Darah di AS Dihentikan

- Kamis, 11 Maret 2021 | 10:15 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Maryland - Setelah sekian lama diuji dan diterapkan untuk penyembuhan virus COVID-19, pemerintah federal AS memberhentikan uji coba. Hal ini disebabkan produk darah dari pasien yang pulih ternyata tidak efektif untuk menyembuhkan dari virus.

Padahal sebelumnya, Food and Drug Adminsitration (FDA) mengesahkan penggunaan plasma darah pasien sembuh sebagai perawatan darurat di rumah sakit selama pandemi, meskipun beberapa akademisi dan ilmuwan masih menguji efektivitasnya.

Plasma dari pasien yang sudah sembuh mengandung antibodi atau protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan untuk melawan penyakit. Tetapi pada kondisi tertentu, seperti flu, antibodi pasien yang sudah sembuh itu bisa didonorkan untuk membantu seseorang yang telah terinfeksi.

Di AS, uji coba dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), yang sejak pekan lalu dihentikan.

"Kami tidak melihat tanda apa pun bahwa plasma (pasien) yang (sudah) sembuh memiliki manfaat pada pasien yang berisiko terkena penyakit yang lebih serius," ungkap salah satu peneliti uji coba Simone Glynn, seperti dilansir USA Today.

Sedangkan Daniel Griffin, spesialis penyakit menular ProHEALTH Care menganggap, plasma sebagai pemulihan COVID-19 'sepertinya tidak memberi dampak signifikan pada hal-hal yang harus diperhitungkan, seperti kematian dan perawatan di rumah sakit.

Setidaknya, dalam laman penelitian Clinical Trial, terdapat lebih dari 180 uji coba yang dilakukan ilmuwan AS terkait plasma untuk penyembuhan COVID-19. Salah satunya adalah yang dipublikasikan di jurnal Medrxiv pada Agustus 2020 yang dipimpin Michael J Joyner dan tim.

Penelitian ini dilakukan pada 100.000 pasien yang semuanya menerima donor plasma. Studi itu mengungkapkan bahwa 7,3 persen kematian lebih di antara pasien yang memiliki tingkat antibodi sendiri yang kemudian menerima plasma. Persentase itu dibandingkan dengan pasien penerima plasma dengan sedikit antibodi.

Menurut para peneliti, pemberian plasma kepada pasien yang antibodinya sedikit atau lemah, meski efektif, sama saja dengan mengonsumsi plasebo. Plasebo sendiri adalah jenis obat kosong yang tidak mengandung zat aktif dan tidak dapat memberikan efek apa pun pada kesehatan.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Tips Hilangkan Nyeri Sendi dari Dokter Zaidul Akbar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:44 WIB
X