• Senin, 6 Desember 2021

AI Lampaui Skor Manusia Mainkan Game Era 1980-an

- Kamis, 11 Maret 2021 | 11:30 WIB
istimewa
istimewa

 INILAH, San Francisco - Beberapa game era 1980-an, seperti Montezuma's Revenge, Pitfall, dan Freeway, sukses dimainkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut pencipta AI itu, keberhasilan tersebut kelak dapat dimanfaatkan untuk navigasi robot pada dunia nyata, seperti menghadapi bencana.

Untuk mengujinya, Adrien Ecoffet bersama timnya dari Uber AI Labs di San Francisco, California, AS, memberikan 11 game produksi Attari --termasuk tiga game yang disebutkan di atas-- sebagai rintangan yang harus dihadapi. Robot itu juga harus bisa menavigasikan dirinya secara optimal agar sampai pada tujuan dan sasarannya.

Pada percobaan tersebut, para peneliti awalnya mengalami kegagalan dalam pengembangannya. Sebab AI itu belum mampu memecahkan game-game tersebut karena dunia petualangan bebas yang kompleks.

Tapi melalui pengembangan dan kemampuan AI untuk belajar, akhirnya dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Pembelajaran bagi teknologi itu juga melibatkan pemberian penghargaan atas keberhasilan melewati rintangan di setiap permainan.

Pembelajaran yang menyertakan penghargaan itu merupakan pendekatan yang sangat jarang diaplikasikan. Sehingga, sulit bagi sistem AI untuk mencapai tujuannya, dan mengetahui dirinya gagal atau berhasil menghadapi masalah.

Pada kasusnya, ketika robot harus menghadapi serangkaian permainan yang kompleks untuk mencapai lokasi yang sudah ditentukan dalam game, robot tidak menerima feed back terkait banyak langkah individu yang harus diambil di sepanjang jalan. Hal ini serupa juga bila penghargaan diberikan di akhir permainan.

Maka kemudian para peneliti memadatkan rentang waktu pemberian penghargaan, yakni pada setiap level. Tetapi di sisi lain di tahap pengembangannya, pendekatan seperti ini sempat membuat robot itu bertindak gegabah menuju tujuannya, dan gagal menghindari bahaya yang menghalangi.

Mereka menulis, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat robot itu dapat secara aktif mengenali lingkungannya terlebih dahulu. Namun, mereka memaparkan terdapat dua masalah utama yang menghalangi kemampuan algoritma sebelumnya untuk menjelajah.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X