• Jumat, 17 September 2021

Menyimak Kabar Mobil Listrik di Indonesia

- Rabu, 24 Maret 2021 | 09:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Perkembangan kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) melaju sangat cepat. Berbagai pabrikan terus berlomba untuk membuat kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan tersebut.

Populasinya memang masih sedikit dibandingkan jumlah kendaraan konvensional berbahan bakar bensin dan diesel. Menurut data Global EV Outlook 2020, secara global penjualan mobil listrik tahun 2019 mencapai 2,1 juta unit. Secara total, jumlah mobil listrik sekitar 7,2 juta unit atau 1% dari seluruh populasi mobil di dunia.

Namun, beberapa tahun terakhir perkembangan kendaraan listrik merangsek sangat cepat. Salah satu yang paling fenomenal adalah Tesla. Mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) tersebut begitu cepat menggoda para penggemar otomotif dunia.

Meski harganya boleh dibilang mahal, Tesla laris manis bak kacang goreng di seluruh dunia. Tesla juga telah mengantarkan pendiri sekaligus CEO-nya, Elon Musk menjadi orang yang sangat disegani di dunia otomotif. Bahkan, berkah Tesla telah sempat mengantarkan Elon Musk menjadi orang yang paling tajir sejagad. Hal ini akibat nilai saham Tesla yang melonjak tinggi dalam waktu singkat.

Kabar terbaru, Pemerintah China meminta pegawai negeri dan militer membatasi menggunakan Tesla. Bahkan, China juga melarang Tesla masuk sejumlah area khusus seperti kompleks militer dengan alasan keamanan nasional. Kamera yang di kendaraan yang dikhawatirkan merekam fasilitas-fasilitas rahasia. China menuding Tesla digunakan untuk mata-mata.

Tesla bukan pertama pabrikan yang memproduksi kendaraan listrik. Sebelumnya, Nissan Leaf telah lebih dahulu memperkenalkan mobil listrik ke khalayak dunia. Bahkan, Nissan Leaf diklaim sebagai mobil listrik terlaris di dunia. Sejak tahun 2010 peluncurannya pertama kali hingga Desember 2020 lalu, Nissan Leaf berhasil membukukan penjualan lebih dari 500.000 unit di 59 negara di dunia.

Namun, kesuksesan Tesla dalam kendaraan listrik sangat fenomenal. Meski di era pandemi Covid-19, penjualan Tesla sangat moncer. Sepanjang 2020, Tesla yang tergolong pemain baru di industri otomotif berhasil mengirimkan mobil kebanggaannya tersebut ke 500.000 garasi rumah pelanggannya. Persaingan ketat mobil listrik memang sangat terasa pada 2020. Dan ke depan, kompetisi mobil listrik bakal lebih seru lagi. Selain Tesla dan Nissan, sejumlah pabrikan yang laris menjual mobil listrik diantaranya BYD, BMW, Hyundai, Volkswagen, Geely, BJEV, dan SIC.

Sejauh ini, Tesla masih mendominasi pangsa pasar mobil listrik dunia. Tesla masih menjadi primadona dunia. Pabrikan lain terus berupaya menjadi yang terbaik. Gebrakan Hyundai Motor Group cukup cemerlang. Secara total bersama KIA, Hyundai telah memasarkan mobil listrik sebanyak 501.487 unit di seluruh dunia.

Adapun, pabrikan mobil mewah asal Jerman, BMW juga punya ambisi besar dalam ikut meramaikan pasar mobil listrik. Dalam waktu tiga tahun ke depan akan memproduksi sebanyak 250.000 unit mobil listrik. Bahkan, tahun 2030, BMW menargetkan setengah penjualannya disumbang dari mobil listriknya. Rekan sejawatnya asal Jerman, Mercedes-Benz juga serius membangun mobil listrik. Pada 2020, manuvernya juga cukup bagus dengan membukukan penjualan sekitar 160.000 baik mobil listrik penuh maupun hybrid secara global.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Segudang Manfaat Air Beras untuk Kesehatan Kulit Wajah

Jumat, 17 September 2021 | 10:08 WIB

Keren! Tim Basket Raffi Ahmad Bakal Mentas di IBL 2022

Jumat, 17 September 2021 | 08:57 WIB

Layanan VoLTE Telkomsel Kini Hadir di 219 Kota

Jumat, 17 September 2021 | 08:14 WIB

UMKM Sukses E-commerce Bagikan Tips di Tengah Pandemi

Kamis, 16 September 2021 | 19:47 WIB

iPhone 13 Pro Siap Rilis, Ini Harga dan Spesifikasinya

Kamis, 16 September 2021 | 13:46 WIB

Sinopsis Sinetron Cinta Amara Hari Ini 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 12:05 WIB
X