• Minggu, 17 Oktober 2021

Risiko Kesehatan Mental dari Konsumsi Digital

- Kamis, 25 Maret 2021 | 10:10 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Situasi pandemi saat ini menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan konsumsi digital, khususnya media sosial.

 

Berdasarkan laporan DataReportal.com di 2021, jumlah pengguna media sosial di Indonesia meningkat hingga 10 juta pengguna dalam 1 tahun yang setara dengan 61,8 persen total populasi dan didominasi rentang umur 18 - 34 tahun.

 

Terlebih pada Februari 2021, Microsoft juga baru merilis Digital Civility Index (Indeks Keberadabaan Digital) Indonesia pada posisi ke-29 secara global dengan angka diskriminasi dan perundungan di sosial media yang tinggi.

 

Hal ini menunjukkan Homo Virtualis atau Manusia Virtual terutama generasi muda saat ini sedang menghadapi tantangan sosial dengan risiko berdampak bagi kesehatan mental dan mendorong munculnya krisis identitas.

 

"Di era laju digital ini, kami menyadari untuk melahirkan para pemimpin abad 21, mental wellbeing yang berfokus pada perkembangan sosial dan emosional siswa memiliki tingkat urgensi yang sama pentingnya dengan perkembangan kognitif. Oleh karena itu, selama masa PJJ kami tidak hanya menyusun strategi belajar efektif, namun juga melatih seluruh pengajar kami agar mampu mendukung dan memotivasi siswa," ungkapDr. Marshall Schott, President of Sampoerna University, Jakarta, Rabu, (24/03/2021).

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

ShopeePay Kembali Hadirkan Google Play Festival

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Kick Avenue Kembali Gelar Festival KA Fair

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Catat! Tips Aman Menggunakan Pembayaran Digital

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X