• Rabu, 22 September 2021

Kemenparekraf/Baparekraf Dukung Ekosistem Indonesia Lewat BDD

- Sabtu, 3 April 2021 | 17:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar event Baparekraf Developer Day (BDD) mengembangkan ekosistem developer aplikasi yang berkualitas. Event yang telah memfasilitasi puluhan ribu pengembang aplikasi ini digelar secara daring, di Hotel Pullman, Kota Bandung, Sabtu (3/4/2021).

BDD merupakan event yang bertujuan mengasah kemampuan teknis pengembang aplikasi di Indonesia dengan mempertemukan para pelaku dan praktisi di industri digital kreatif dengan para developer dalam sebuah sesi transfer pengetahuan dengan standar industri.

"Ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang bertumbuh di masa pandemi. Untuk itu Baparekraf Developer Day ini digelar khusus secara daring untuk meningkatkan ekosistem developer lokal dan mendorong sinergi pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas developer agar dapat bersaing di tingkat nasional, regional, maupun global," jelas Deputi Bidang Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam.

 

Dia menjelaskan BDD tahun ini hadir dalam terdapat empat pilihan track yang tersedia yakni Android Track, Web Track, Machine Learning Track dan Back-End Developer Track. Pada tahun 2020, BDD telah ditonton lebih dari 130 ribu kali melalui kanal youtube Baparekraf Developer Day BDD.


Selain itu, tahun ini Baparekraf/Kemenparekraf kembali memberikan fasilitasi Baparekraf Digital Talent (BDT) kepada lebih dari 1.500 developer. Untuk tahun ini BDT akan memberikan fasilitasi dua pilihan track, yakni Android dan Web. Fasilitasi BDT tahun ini fokus untuk memastikan developer mencapai level expert.


"Para developer dapat mengikuti fasilitasi belajar secara gratis. Peserta fasilitasi akan dibekali dengan materi, tutorial, latihan, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dengan standar global, serta dukungan mentor, fasilitator dan forum diskusi online. Seluruh aktivitas dilakukan secara daring," jelasnya.

Selain itu, CEO Decoding Indonesia Narenda Wicaksono menambahkan kondisi trend industri dan kebutuhan developer terampil di masa sekarang. 

 

"Indonesia saat ini kekurangan developer-developer terampil. Kekurangan ini bukan hanya dari kuantitas dan tapi juga dari kualitas. Banyaknya lulusan IT yang tidak terserap di pasar kerja salah satunya akibat standar/kebutuhan industri tidak sesuai dengan kualifikasi pencari kerja," jelasnya. (Okky Adiana)

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

X