• Senin, 18 Oktober 2021

Dampak Langka Chipset, Otomotif Hingga Smartphone

- Kamis, 22 April 2021 | 10:30 WIB

INILAH,  Jakarta - Rangkaian efek domino kelangkaan cip dunia mulai berdampak ke level konsumen. Ongkos produksi yang lebih besar untuk mendapatkan cip, harus mulai ditanggung oleh konsumen dalam wujud harga yang lebih mahal.

Salah satu pemain ponsel pintar besar terkemuka, OPPO, terpaksa harus mengoreksi harga penjualan gawai gelang pintar atau smartband-nya, yakni OPPO Band, menjadi lebih tinggi. Hal ini disebut karena kelangkaan cip prosesor yang digunakan oleh gawai tersebut.

OPPO mengumumkan bahwa harga gelang pintar dengan kemampuan pemantauan detak jantung dan saturasi oksigen tersebut diubah menjadi Rp 649.000. Ketika diluncurkan di Indonesia terdahulu, perangkat ini dibanderol Rp 549.000.

Karena kelangkaan stok prosesor yang digunakan untuk OPPO Band, maka harga dari OPPO Band harus dikoreksi.

Langkah untuk menaikkan harga juga mulai dipertimbangkan oleh produsen gawai asal China lainnya, Blackshark. CEO produsen ponsel itu, Luo Yuzhou menyatakan jika kurangnya pasokan chip membuat stok ponsel gaming itu habis. Terutama stok Black Shark 4 Pro.

Kelangkaan ini berdampak cukup serius untuk perusahaan itu. Sekarang mereka berusaha meningkatkan produksi ponsel tersebut. Kelangkaan chip ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan berdampak pada industri mobil, ponsel, perangkat rumah tangga dan lain-lain.

Menurut laporan dari situs MarketWatch, analis memperkirakan bahwa kondisi kelangkaan pasokan chipset akan terus dijumpai hingga akhir tahun 2021 ini.

"Kami lebih khawatir dengan kondisi gangguan pasokan chip yang berkelanjutan dan peningkatan biaya produksi, dibandingkan prediksi mengenai pendapatan yang akan diperoleh setiap kuartal," kata seorang analis dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan cip Qualcomm, salah satu suplier kunci berbagai produsen ponsel pintar dunia, dilaporkan Reuters pada awal Maret ini mengakui kewalahan memenuhi permintaan.

Kami akan berusaha keras untuk mengoptimalisasi harga produk, namun terkadang kita juga harus mulai membagikan kenaikan ongkos produksi ini ke konsumen.

Lonjakan permintaan yang di luar dugaan terhadap gawai di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama penyebab kelangkaan cip global yang saat ini terjadi.

Perlu diperhatikan bahwa Qualcomm, yang memiliki pangsa pasar terbesar ponsel 5G dunia, hanya mendesain dan lalu mengontrakkan proses produksi fisiknya.

TSMC menjadi produsen cip yang didesain dan dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan yang lebih terkenal, seperti Apple, AMD, dan Qualcomm.

Sejumlah brand otomotif seperti General Motors, Ford, dan produsen mobil lainnya mengatakan bahwa baru-baru ini mereka terpaksa harus menghentikan produksi model tertentu, akibat kekurangan komponen chipset.

Sebuah laporan mengklaim bahwa pada kuartal I 2021, tercatat ada sekitar satu juta kendaraan yang turut terdampak atas kondisi tersebut (inilah.com)

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

ShopeePay Kembali Hadirkan Google Play Festival

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Kick Avenue Kembali Gelar Festival KA Fair

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:30 WIB
X