• Sabtu, 27 November 2021

Dorong Ekosistem EV, Pertamina Terus Tambah SPKLU

- Sabtu, 24 April 2021 | 19:30 WIB
istimewa
istimewa

INILAH,  Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus menambah pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Setelah meresmikan SPKLU Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Desember 2020, Pertamina kembali mendirikan fasilitas serupa di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, yang sudah dilengkapi teknologi pengisian cepat (fast charging).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ini merupakan dukungan Pertamina terhadap Peraturan Presiden no 55 tahun 2019 terkait Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai serta sebagai upaya Pertamina untuk dapat berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 di Indonesia.

"Pertamina memiliki cita-cita menjadi world class energy company secara bertahap menyiapkan transisi energi ke arah energi terbarukan, salah satunya dalam sektor energi baterai kendaraan listrik melalui pembentukan perusahaan patungan Indonesia Batterai Corporation (IBC) serta menyiapkan infrastruktur pengisian baterai kendaraan listrik di sisi hilirnya, termasuk pengembangan SPKLU," kata Nicke, dalam pernyataannya.

SPKLU Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan sinergi Pertamina dengan Grab Indonesia sebagai perusahaan transportasi berbasis aplikasi yang memiliki mitra pengendara.

Kerja sama pengembangan bisnis SPKLU Fast Charging di area Bandara Soekarno-Hatta ini adalah strategis karena dinilai merupakan wilayah dengan mobilitas dan lalu lintas yang cukup tinggi.

Melalui sinergi bersama Grab Indonesia yang berkomitmen meningkatkan jumlah armada kendaraan listriknya, Pertamina yakin kerja sama ini akan membawa kontribusi yang positif guna mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan bahwa Grab percaya pengurangan jejak karbon dan dampak lingkungan juga sejalan dengan menciptakan peluang ekonomi bagi komunitas lokal.

"Kami terus mencari cara untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan inisiatif keberlanjutan lingkungan kami melalui berbagai kemitraan," kata Ridzki.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Kompetisi kopi COE pertama Asia digelar oleh Indonesia

Sabtu, 27 November 2021 | 10:40 WIB

Komposer Musikal Stephen Sondheim Tutup Usia

Sabtu, 27 November 2021 | 09:42 WIB
X