Teknologi Selandia Baru Siap Dukung Operasi Manufaktur Mamin Indonesia

- Rabu, 5 Mei 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Teknologi pintar Selandia Baru siap mendukung operasi manufaktur perusahaan makanan dan minuman (mamin) di Indonesia, demikian Diana Permana, Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia dalam webinar "Industry 4.0: How smart plant technologies support efficiency, safety and competitiveness of F&B manufacturing for the global stage" yang diselenggarakan oleh New Zealand Trade & Enterprise (NZTE) beberapa waktu lalu.

"Selandia Baru telah memanfaatkan perpaduan teknologi yang menggabungkan aspek fisik, digital, maupun kombinasi antara kedua aspek tersebut. Badan pemerintah dan perusahaan asing di Selandia Baru menyediakan peluang untuk mendukung manufaktur mamin Indonesia menerapkan teknologi pintar yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional pabrik," kata Diana dalam siaran pers pada Kamis.

Teknologi pintar yang dimaksud antara lain teknologi sistem keamanan tinggi yang dapat membantu mengelola keselamatan dengan mengurangi kontak antar sesama manusia, sistem pendingin udara yang fleksibel, rekayasa industri virtual yang mempermudah analisa data dan pengambilan keputusan, dan teknologi virtual untuk K3L (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Lingkungan).

Keterbukaan terhadap teknologi yang lebih maju oleh perusahaan asing akan membangkitkan dan meningkatkan daya saing global industri manufaktur mamin Indonesia.

Hal ini secara signifikan mendukung peningkatan efisiensi dan keselamatan pada bidang operasi pabrik, yang mana Selandia Baru unggul dalam menerapkan teknologi pabrik pintar. Operasional pabrik, sebagai salah satu dari lima pilar utama yang diukur oleh Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), secara langsung mendukung keseluruhan sistem manufaktur bersamaan dengan empat pilar INDI 4.0 lainnya, yaitu manajemen dan organisasi, sumber daya manusia dan budaya, produk dan layanan, dan teknologi.

Pertumbuhan industri mamin mengalami penurunan dari 7,8 persen pada tahun 2019 menjadi 1,5 persen pada tahun 2020 akibat adanya gangguan dari pandemi Covid-19.

Hal ini dikarenakan masih banyaknya manufaktur mamin Indonesia yang beroperasi secara manual dengan kendali manusia secara penuh.

Dengan adanya pandemi Covid-19, kegiatan operasional yang lebih aman menjadi semakin penting dan diperkirakan akan terus berlaku ke depannya.

Teknologi tidak hanya mengoptimalkan peran manusia, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko di bidang operasional.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Jadwal Tur Eropa Wonho, Terkahir di London

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:45 WIB
X