• Jumat, 17 September 2021

Kejar Tayang Migrasi TV Digital

- Senin, 26 Juli 2021 | 17:10 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung- Secara global Indonesia menjadi salah satu negara yang relatif lambat untuk mengadopsi sistem penyiaran televisi digital free to air secara penuh. Negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, Singapura dan negara-negara Asia lainnya, telah menyusul negara Eropa dan Amerika bermigrasi dari sistem analog ke penyiaran televisi secara digital.

Migrasi siaran televisi analog ke digital ditargetkan rampung 2 November 2022 terhitung sejak peraturan perundang-undangan berlaku sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pada saat ini, proses Analog Switch Off (ASO) tahap I akan berlangsung mulai 17 Agustus 2021.

Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyusun tahapan ASO tersebut.

"Setelah selesai tahap I, tahap II ASO dilakukan pada 31 Desember 2021 di 20 wilayah layanan di 44 kabupaten kota. Kemudian, untuk tahap III pada 31 Maret 2022 di 30 wilayah layanan yang terdiri dari 107 kabupaten kota dan pada tahap IV, dilaksanakan mulai 17 Agustus 2022 di 31 wilayah dengan 110 kabupaten kota. Tahap V atau tahap terakhir dilakukan pada 2 November 2022, 24 wilayah layanan di 63 kabupaten kota," dikutip dari siaran pers Kominfo, Senin (26/07/2021).


Di Indonesia terdapat 728 lembaga penyiaran televisi yang bersiaran secara analog. Jumlah ini meliputi lembaga penyiaran publik (1 instansi), lembaga penyiaran publik lokal (20), lembaga penyiaran komunitas (18), dan lembaga penyiaran swasta (689).

Kominfo telah menetapkan pemenang seleksi penyelenggara multipleksing (mux) siaran televisi digital terestrial. Hasil resminya, antara lain, grup Emtek memperoleh sembilan wilayah, grup MetroTV memperoleh sembilan wilayah, dan grup ANTV memperoleh dua wilayah layanan. Lembaga penyiaran publik (LPP) TVRI juga menjadi penyelenggara mux.


Sosialisasi Manfaat TV Digital

Lalu sebenarnya apa perbedaan TV digital dengan analog yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia? Jawabannya adalah internet broadband. Digitalisasi televisi ini akan melowongkan sebagian besar frekuensi yang nantinya akan dialokasikan untuk penyediaan internet broadband bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Segudang Manfaat Air Beras untuk Kesehatan Kulit Wajah

Jumat, 17 September 2021 | 10:08 WIB

Keren! Tim Basket Raffi Ahmad Bakal Mentas di IBL 2022

Jumat, 17 September 2021 | 08:57 WIB

Layanan VoLTE Telkomsel Kini Hadir di 219 Kota

Jumat, 17 September 2021 | 08:14 WIB

UMKM Sukses E-commerce Bagikan Tips di Tengah Pandemi

Kamis, 16 September 2021 | 19:47 WIB

iPhone 13 Pro Siap Rilis, Ini Harga dan Spesifikasinya

Kamis, 16 September 2021 | 13:46 WIB

Sinopsis Sinetron Cinta Amara Hari Ini 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 12:05 WIB
X