• Minggu, 26 September 2021

Dokter: Osteoarthritis Perlu Diwaspadai karena Dapat Pengaruhi Kualitas Hidup

- Senin, 26 Juli 2021 | 20:00 WIB
Dokter Spesialis Orthopedi Konsultan Hip and Knee dari Eka Hospital dokter Ricky Hutapea. (antara)
Dokter Spesialis Orthopedi Konsultan Hip and Knee dari Eka Hospital dokter Ricky Hutapea. (antara)

INILAH, Tangerang - Dokter Spesialis Orthopedi Konsultan Hip and Knee dari Eka Hospital dokter Ricky Hutapea mengatakan ada lima gejala umum yang dialami oleh pengidap osteoarthritis atau penyakit pengapuran sendi yang perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi kualitas hidup.

Dokter Ricky dalam keterangannya yang diterima di Banten, Senin, mengatakan, gejala tersebut diantaranya nyeri di persendian yang dirasakan selama atau setelah beraktivitas. Rasa kaku pada sendi di pagi hari yang membuatnya sulit digerakkan. Munculnya tonjolan tulang yang keras dan tajam di sekitaran sendi.  Serta pembengkakan pada area sendi dan pelemahan otot di sekitar sendi.

"Bila mengalami gejala di atas, segera temui dokter spesialis agar dapat penanganan yang tepat untuk mengembalikan kualitas hidup," ujarnya.

Hal lain yang dapat terjadi adalah perubahan bentuk tungkai kaki O atau kaki X dan bunyi sendi saat ditekuk-luruskan akibat pergesekan permukaan sendi yang tidak rata.

"Kelemahan otot yang terjadi juga dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk beranjak dari duduk, berjalan, atau naik tangga," kata Dokter Ricky Hutapea yang kini aktif dalam mengajar di Universitas Indonesia RSCM Orthopaedic and Traumatology Department, Program Subspesialis SP2 Adult Reconstruction dan Fakultas Kedokteran YARSI, Program Kedokteran Umum.

Dijelaskannya Osteo berarti tulang, artikulasi berarti sendi, dan itis berarti ada peradangan. Jadi osteoarthritis berarti adanya peradangan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Peradangan menimbulkan nyeri, kaku dan bengkak.

Osteoarthritis merupakan jenis arthritis lutut yang sering ditemukan dan paling sering terjadi pada seseorang dengan usia 50 tahun ke atas, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia lebih muda. Penyakit ini muncul seiring dengan bertambahnya masalah obesitas, usia, trauma sendi dan beban kerja berat.

Faktor-faktor risiko osteoarthritis dapat dikategorikan ke dalam faktor risiko sistemik yaitu usia, jenis kelamin, genetik, dan kelebihan berat badan, serta faktor biomekanik lokal seperti cedera sendi, malalignment dan kelemahan otot.

Penuaan atau usia merupakan faktor utama pada kondisi osteoarthritis. Dampak obesitas terhadap osteoartritis adalah melalui penyaluran beban berlebih pada sendi sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan tulang rawan sendi.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Viral Video Pemalakan Berkedok Yatim Piatu

Jumat, 24 September 2021 | 20:40 WIB

Tokocrypto Umumkan Kemitraan Strategis dengan Bekind

Jumat, 24 September 2021 | 19:30 WIB

Strategi Pemasaran Digital Bisa Bantu UMKM Tumbuh

Jumat, 24 September 2021 | 19:07 WIB
X