• Kamis, 23 September 2021

Atasi kelangkaan chip, Korsel vaksinasi pekerja pabrik elektronik

- Selasa, 27 Juli 2021 | 13:50 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung-Korea Selatan pada Selasa mulai memvaksin pekerja pabrik chip komputer dan pabrik elektronik untuk mengurangi disrupsi pada rantai pasokan global, di tengah upaya menjaga program vaksinasi COVID-19 tetap sesuai jadwal.

Sejumlah perusahaan teknologi terkemuka, termasuk Samsung Electronics Co Ltd, Samsung Display Co, SK Hynix Inc dan LG Display Co Ltd, serta para pemasoknya mulai menggelar vaksinasi bagi para pekerjanya pada Selasa, kata juru bicara perusahaan.

Pemerintah menyetujui rencana vaksinasi internal perusahaan-perusahaan itu bulan lalu. Program vaksinasi akan menargetkan 303.000 pekerja dari sekitar 40 perusahaan yang digelar di klinik mereka, kata kantor berita Yonhap.


Langkah itu diambil di tengah kelangkaan chip global yang telah berdampak pada pabrikan di seluruh dunia, terutama produsen otomotif.

Samsung dan SK Hynk merupakan dua pembuat chip terbesar di dunia.

Samsung, SK Hynk, dan LG Display mengatakan mereka tengah melakukan inokulasi bagi pekerja dengan vaksin Pfizer/BioNTech.

Samsung dan afiliasinya semula akan menggunakan vaksin Moderna. Namun, karena ada masalah dalam pasokan dan pengirimannya, mereka kini memakai vaksin Pfizer/BioNTech, kata Yonhap.



Korsel mengatakan pada Senin (26/7) bahwa Moderna telah memberi tahu pemerintah tentang adanya masalah dalam produksi vaksin yang tidak dijelaskan secara rinci. Pembicaraan sedang dilakukan untuk mengetahui detilnya.

"Moderna telah menyampaikan penyesuaian jadwal pasokan akibat masalah produksi dan kami sedang berdiskusi dengan mereka untuk memastikan rencana pengiriman dan volumenya," kata Perdana Menteri Kim Boo-kyun pada Selasa.

Korsel, yang memperluas program vaksinasinya ke kelompok usia 50-an pada Senin, telah berpindah ke vaksin Pfizer untuk diberikan pada sebagian orang dalam kelompok itu karena ada penundaan pengiriman vaksin Moderna.

Negara itu memiliki kontrak pembelian 40 juta dosis vaksin Moderna, 1,1 juta di antaranya telah diterima.

Moderna tidak membalas saat dimintai tanggapannya.

Korsel melaporkan 1.365 kasus baru COVID-19 pada Senin, sehingga total kasus infeksi di negara itu mencapai 191.531 orang dengan 2.079 kematian, menurut data resmi.

Mereka telah menginokulasi hampir 34 persen dari 52 juta penduduknya dengan sedikitnya satu dosis, sementara jumlah penduduk yang sudah divaksin penuh mencapai 13,5 persen. (antara)
 

Editor: JakaPermana

Terkini

X