• Minggu, 19 September 2021

Deteksi Dini Ciri-ciri Kanker dengan Pemeriksaan Mandiri

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:45 WIB

INILAH, Bandung- Dokter spesialis penyakit dalam Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) membagikan beberapa cara untuk mendeteksi kanker dengan pemeriksaan mandiri.

Pemeriksaan ini bisa dilakukan masyarakat di rumah tanpa perlu berkonsultasi terlebih dahulu, beberapa cara yang dibagikan meliputi gejala umum hingga cara mendeteksi kanker berdasarkan lokasinya.

Deteksi dini ini ada baiknya dilakukan pada masyarakat yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker karena sering kali faktor kanker semakin besar pada orang- orang dengan anggota keluarga yang sebelumnya pernah mengalami kanker sejenis.

“Kalau secara umum sebenarnya tubuh sudah memberikan tanda- tanda terjadi suatu kanker, misalnya seperti demam. Demam yang muncul itu bukan karena terjadi suatu infeksi jadi suhu normal manusia itu 36,7 Celcius sampai 37,2 Celcius sedangkan untuk demam penderita kanker itu biasanya di atas 37,2 Celcius tapi di bawah 38 Celcius. Keluhan demam itu biasanya disertai ciri khas kedinginan biasanya di sore hari sampai dini hari. Lalu ada juga benjolan di bagian tubuh,lalu ada rasa nyeri yang tidak tertahan dan dirasakan terus menerus,” kata dokter Andhika dalam webinar “Cegah Kanker, Deteksi Dini Sekarang Juga!”, Sabtu.

Selain tanda- tanda yang disebutkan di atas, dr Andhika juga membagikan beberapa ciri khusus dari kanker- kanker yang sering dialami secara global dan juga di Indonesia sehingga anda bisa melakukan deteksi dini penyakit kanker secepat mungkin.

Untuk kanker paru atau kelenjar getah bening, sebagai kanker yang paling umum ditemui baik di dunia maupun di Indonesia penderita kanker paru dan kelenjar getah bening umumnya merasakan nyeri di dada, disertai batuk kering yang terus menerus.

Selain itu gejala lainnya yang dialami oleh penderita kanker paru adalah mengalami nafas yang pendek, saat tidur mengeluarkan bunyi, dan sering kali mengeluarkan dahak yang kuning terus menerus.

Batuk terus menerus dan nyeri di dada terjadi pada penderita kanker paru karena adanya sumbatan pada bagian paru yaitu trakea dan bronkus atau bronkeolus.

“Paru merupakan organ pernafasan yang terdiri dari trakea, bronkus, dan bronkeolus. Batuk- batuk dan nyeri yang dialami karena adanya benda asing di bronkus dan bronkeolus, seperti massa tumor yang membesar, atau munculnya kelenjar getah bening di area trakea yang pelan- pelan mengurangi proses pertukaran oksigen karena adanya sumbatan itu,” kata dokter yang juga aktif di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) itu.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Strategi Produk Fesyen Lokal Bertahan di Tengah Pandemi

Minggu, 19 September 2021 | 14:18 WIB

7 Film yang Bisa Temani 'Berkeliling Indonesia' di Rumah

Sabtu, 18 September 2021 | 09:24 WIB

5 Tips agar Akhir Pekanmu Lebih Bahagia

Sabtu, 18 September 2021 | 08:38 WIB

5 Resep Sarapan Tinggi Protein dan Rendah Karbohidrat

Sabtu, 18 September 2021 | 08:13 WIB
X