• Minggu, 5 Desember 2021

Geger Vaksinasi Covid-19 Bikin Pendarahan Otak, Simak Faktanya Menurut Ahli

- Jumat, 24 September 2021 | 11:45 WIB
Vaksinasi Covid-19. (INILAHKORAN/syamsuddin nasoetion)
Vaksinasi Covid-19. (INILAHKORAN/syamsuddin nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung- Tersebar pemahaman keliru di masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 memicu pendarahan di otak. Hal tersebut dibantah para ahli..

Direktur Utama RSPON dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pendarahan otak yang dialami oleh pelawak Tukul Arwana, yang sedang menjalani perawatan di RSPON, tidak berkaitan dengan vaksinasi COVID-19.

"Kami perlu menegaskan bahwa dari berita yang beredar perlu diklarifikasi, tidak ada hubungannya pendarahan otak atau stroke pendarahan dengan vaksin COVID-19," katanya.

"Kami mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan antara atau tidak ada stroke pendarahan yang disebabkan oleh vaksinasi COVID-19. Ini perlu diketahui masyarakat supaya tidak terjadi suatu kesalahpahaman," ia menambahkan.

Baca Juga: Sepakat! Ade Yasin-MUI Sebut Vaksinasi Covid-19 Jihad Kesehatan

Mursyid menjelaskan bahwa stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah di otak akibat tekanan yang tinggi pada pembuluh darah yang sebetulnya sudah memiliki potensi untuk bocor atau pecah.

"Pembuluh darah itu ada titik lemahnya di otak itu, dan pada waktu tertentu mungkin tekanannya meningkat, maka tidak kuat lagi pembuluh darah itu menahan, sehingga pecah," katanya.

Dalam kondisi yang demikian terjadi, bekuan darah akan keluar dari pembuluh darah sehingga mengganggu fungsi otak di sekitarnya.

Mursyid menambahkan, tanda-tanda stroke meliputi kelumpuhan pada wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas, perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan.***

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

X