• Rabu, 8 Desember 2021

Ternyata Penyakit Jantung Ibarat Tabungan, Gejala-gejalanya Sering Diabaikan Penderita

- Senin, 27 September 2021 | 15:58 WIB
Ilustrasi serangan jantung. ((ANTARA/Shutterstock/P.Kasipat))
Ilustrasi serangan jantung. ((ANTARA/Shutterstock/P.Kasipat))

INILAHKORAN, Bandung- Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, Sp. JP., M. Kes., FIHA., FICA., FAsCC mengatakan penyakit jantung koroner tidak datang secara tiba-tiba. Biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda tetapi selalu diabaikan oleh penderitanya.

"Sering kali di Indonesia ini kurang aware akan pemeriksaan penyakit jantung, kayak mobil lah kalau udah mogok baru dibawa ke bengkel. Kadang-kadang udah ada kerusakan dari awal, bensinnya tinggal dikit, kampas remnya udah mau abis," ujar dr. Vito dalam webinar "Menyambut Hari Jantung Sedunia 2021" pada Senin.

"Pas tiba-tiba mogok baru bilang lah kok bisa. Kayak kok tiba-tiba punya penyakit jantung, padahal sebelumnya enggak ada apa-apa, bukan enggak ada apa-apa ya tapi tidak disadari karena kurangnya awareness," lanjutnya.

Baca Juga: Bobby iKON dan Sang Tunangan Sambut Kelahiran Anak Pertamanya

Pemeriksaan jantung harus rutin dilakukan oleh masyarakat, baik pada orang yang memiliki keluhan ataupun yang merasa sehat.

Saat seseorang merasa sehat - meski sebenarnya memiliki penyakit jantung, gangguan jantung ini bisa terjadi saat berolahraga dan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.

"Saat mereka semangat olahraga, pede enggak sakit jantung, terus di tengah berolahraga mengalami serangan jantung atau gangguan jantung. Ini sering terjadi kan pada beberapa atlet," kata dr. Vito.

Baca Juga: Diskon Penerbangan untuk Penonton PON di Papua

"Jadi sekali lagi olahraga tetap bermanfaat buat jantung tapi tetap kitanya sendiri yang harus aware apakah ada gangguan, dan yang terpenting terus cek apakah jantung kita dalam performa yang baik untuk bisa berolahraga dan aktivitas fisik," imbuh dr. Vito.

Baca Juga: Grab Umumkan 17 Pahlawan Warga Pilhan warganet

Lebih lanjut dr. Vito mengungkapkan jika masyarakat cenderung enggan memeriksakan masalah kesehatan lantaran takut didiagnosis memiliki penyakit tertentu. Akhirnya, mereka memilih untuk tidak tahu tentang penyakitnya dan merasa baik-baik saja.

"Padahal kalau diperiksakan dan tahu ada sakitnya kayak gangguan jantung itu lebih baik, karena dari awal kita bisa mencegah komplikasi lebih lanjut. Kalau enggak tahu, ada penyakit jantung bukan berarti penyakitnya akan hilang," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangga! Prilly Latuconsina Jadi Wisudawan Terbaik

Selasa, 7 Desember 2021 | 16:15 WIB
X