• Rabu, 8 Desember 2021

Ini Sanksi dan Denda yang Menjerat Rachel Vennya Jika Terbukti Kabur Saat Karantina

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:23 WIB
Rachel Vennya
Rachel Vennya

INILAHKORAN, Bandung,- Selebgram Rachel Vennya dituding kabur saat menjalani karantina di Wisma Atlet usai kepulangannya dari luar negeri.

Kabar ini pun menjadi perbincangan netizen. Namun, hingga kini Rachel Vennya belum memberikan klarifikasi apapun terkait masalah yang terjadi padanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan akan menindak tegas Warga Negara Indonesia (WNI) yang melanggar aturan.

Aturan yang dimaksud adalah Surat Edaran Nomor SE 47 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku 6 Juli 2021.

"Hingga saat ini karantina berlaku sampai 8 hari," ujar Wiku.

Baca Juga: Inilah Cara Ansor Atasi Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Sementara itu, jika Rachel Vennya terbukti kabur saat menjalani karantina akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Karantina.

Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular mengancam bahwa:

-Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

-Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

-Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

Baca Juga: Ini Syarat Transgender di Kota Bandung Bisa Miliki KTP

Selain itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 93 menyebutkan bahwa:

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.”

Wiku mengimbau seluruh petugas di lapangan untuk bertindak tegas terhadap seluruh pelanggaran yang ada tanpa pandang bulu.***(Firda Rachmawati)

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangga! Prilly Latuconsina Jadi Wisudawan Terbaik

Selasa, 7 Desember 2021 | 16:15 WIB
X