• Sabtu, 4 Desember 2021

Mengaku Sama Sekali Tak Karantina, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi dan Konsekuensi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 17:30 WIB
Rachel Vennya
Rachel Vennya
INILAHKORAN, Bandung - Selebgram Rachel Vennya mengakui bahwa dirinya sama sekali tak karantina di Wisma Atlet usai kepulangannya dari Amerika Serikat.
 
Sebelumnya, Rachel Vennya dikabarkan menginap tiga hari di Wisma Atlet kemudian kabur dibantu oleh seorang oknum TNI.
 
Dirinya juga dikabarkan meminta satu kamar dengan sang kekasih di Wisma Atlet.
 
"Aku tidak karantina sama sekali di Wisma Atlet, tidak minta sekamar juga karena kenyataannya aku tidak karantina sama sekali. Aku tidak menginap sama sekali di Wisma Atlet. Ini kesalahan aku karena aku sadarnya tuh telat dan pasti sih aku nyesel," tutur Rachel di YouTube Boy William, Senin 18 Oktober 2021.
 
 
Rachel Vennya juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang bersangkutan terkait dengan dirinya yang tak patuhu anjuran pemerintah soal karantina.
 
"Aku minta maaf juga sama Menteri Kesehatan sama Menteri Pariwisata sama semuanya yang sampai harus buka suara dan harus repotlah sama hal ini," kata Rachel.
 
"Aku juga gak mau ada yang mencontoh kelakuan aku sekarang gitu, ini bukan hal yang bisa dibenarkan dan aku gak ada pembelaan dan pembenaran dalam hal ini, sama sekali," imbuhnya.
 
 
Rachel juga mengaku siap menerima sanksi dan konsekuensi yang akan terjadi di kemudian hari.
 
"Dan aku itu siap untuk menerima sanksi dan konsekuensi yang akan terjadi ke depan. Aku akan jalani itu semua," ucapnya.
 
Sebagai informasi, apabila Rachel Vennya terbukti melanggar aturan maka berdasarkan Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular mengancam bahwa:
 
 
-Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
 
-Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).
 
-Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.
 
 
Selain itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 93 menyebutkan bahwa:
 
“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.”*** (Firda Rachmawati)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X