• Senin, 29 November 2021

Ngeri, Hampir Separuh Konsumen di Indonesia Tertarik Beli Mobil Listrik

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:47 WIB
Perusahaan elektronik Toshiba tengah mengembangkan perangkat daya untuk mobil listrik dalam upayanya mengantisipasi pertumbuhan produksi dan permintaan kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang.
Perusahaan elektronik Toshiba tengah mengembangkan perangkat daya untuk mobil listrik dalam upayanya mengantisipasi pertumbuhan produksi dan permintaan kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang.

INILAHKORAN, Bandung- Kendaraan listrik tanpa diragukan lagi adalah masa depan mobilitas dan pada konferensi iklim COP26 PBB awal November nanti mobilitas hijau akan menjadi fokus.

Industri otomotif, sebagaimana industri lainnya, sedang bergulat dengan peran yang dimainkan dalam menciptakan planet yang lebih berkelanjutan dan mobilitas bersih sedang diupayakan di Asia Tenggara maupun belahan dunia lainnya.

Transportasi di Asia Tenggara (SEA) bertanggung jawab atas 40 persen emisi gas rumah kaca global dan 23 persen karbon dioksida. Namun, karena ekonomi kawasan ini menangani pertumbuhan secara berkelanjutan, transportasi berkelanjutan sebagai fokus utama.

Regulator dan pelaku industri sama-sama menyadari peluang bahwa transisi ke kendaraan listrik (EV) hadiah bagi ekonomi mereka untuk secara bersamaan memajukan tujuan mereka untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Ternyata Solskjaer Diberi Kesempatan 3 Laga Lagi, Sir Alex hingga Petinggi Klub Masih Beri Dukungan

Lalu, seberapa antusiasmenya kah masyarakat di kawasan ini menyambut mobilitas hijau? Berdasarkan survei perusahaan riset Milieu Insight baru-baru ini sekitar kurang dari setengah konsumen Indonesia tertarik untuk membeli kendaraan listrik.

Minat tertinggi di Thailand dan Singapura, di mana 56 persen dari konsumen di sana menyatakan tertarik untuk membeli kendaraan listrik untuk pembelian berikutnya. Di Vietnam 51 persen konsumen menyatakan hal yang sama, sedangkan di Indonesia dan Filipina 47 persen.

Terendah adalah Malaysia dengan hanya 39 persen yang menyatakan berminat membeli kendaraan listrik pada pembelian kendaraan berikutnya.

"Untuk responden yang menyatakan tidak akan mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik, kami ingin lebih memahami mengapa. Di Singapura, 71 persen mengatakan ada terlalu sedikit stasiun pengisian daya," kata Milieu Insight, dalam pernyataannya, dikutip Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Usai Alasan Perceraian CYA dengan Mantan Suami Terungkap, Kim Seon Ho Banjir Dukungan Netizen

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X