• Kamis, 27 Januari 2022

Aktor 'Squid Game' Asal Filipina Ungkap Pernah Jadi Korban Rasis di Korea

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Tangkapan layar/YouTube/Asian Boss
Tangkapan layar/YouTube/Asian Boss

INILAHKORAN, Bandung - Serial Netflix 'Squid Game' terkenal bukan hanya jalan ceritanya yang menarik, tetapi juga mampu menghadirkan aktor-aktor yang berasal dari luar Korea Selatan, salah satunya aktor asal Filipina, Christian Lagahit.

Dalam serial 'Squid Game' Lagahit memainkan peran sebagai pemain nomor 276.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan media organisasi yang berbasis di Korea Selatan, Asian Boss, Lagahit berbagi pengalamannya menjadi bagian dari pemain Squid Game , mencoba masuk ke industri hiburan Korea, serta pandangannya sebagai orang asing di negara yang sangat homogen.

Dalam setu segmen wawancara tersebut, Lagahit mengenang pertemuan dengan seorang wanita tua selama perjalanan di bus pedesaan. Saat itu dirinya mengaku mendapat perlakuan rasis dari wanita tersebut.


"Yang paling berkesan adalah ketika saya berada di dalam bus desa. Itu adalah perjalanan terakhir dan saya duduk di belakang karena bisnya sangat kecil. Bis tersebut hanya menampung beberapa orang untuk duduk," katanya.

Peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu itu membuat Lagahit outus asa. Dirinya mengatakan bahwa wanita tua tersebut menyerangnya dengan melempar kubis tepat ke wajahnya.

"Ada wanita ini yang hanya mengamati. Awalnya saya tidak memperhatikan karena saya pikir dia mungkin melihat anak laki-laki, karena ada anak laki-laki di depan saya. Saya pikir mungkin dia hanya melihat anak laki-laki. siswa. Beberapa menit berlalu, dan saya terkejut ketika sesuatu mengenai wajah saya. Dia melemparkan kubis ke wajah saya," ungkap Lagahit.

Hal itu membuat kacamatanya terlepas dan pecah karena terjatuh. Meski kacamatanya rusak, Lagahit mencoba memakainya karena dirinya menderita rabun jauh.

Dalam kebingungan, Lagahit mencoba menanyakan mengapa dia diperlakukan seperti itu. Namun, penumpang di bus tidak peduli dan memilih untuk tidak melakukan apapun untuk membantunya.

"Bagian tersulit adalah tidak ada yang memperhatikan saya. Ada banyak orang di dalam bus. Bus itu penuh, tetapi tidak ada seorang pun di sana untuk setidaknya membantu saya," katanya.

Kemudian, salah seorang penumpang lainnya berkata pada Lagahit bahwa penyerang hanya ingin dia meninggalkan bus itu karena bus tersebut diperuntukkan untuk orang Korea.

"Saya hanya merasa sangat buruk sehingga tidak ada yang siap untuk membantu saya," ucapnya. Bahkan ketika saya meninggalkan bus itu, wanita yang menyerang itu masih berteriak 'Semua orang asing di sini di Korea adalah orang jahat!', saya masih ingat kalimat itu darinya," ujar Lagahit.***(Firda Rachmawati)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X