• Sabtu, 22 Januari 2022

Bagus Dwi Danto Diseret ke Pengadilan Musik Gara-gara Kudu

- Sabtu, 27 November 2021 | 12:28 WIB
 Bagus Dwi Danto harus diseret ke Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik (Muhammad Ginanjar)
Bagus Dwi Danto harus diseret ke Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik (Muhammad Ginanjar)
INILAHKORAN, Bandung - Bagus Dwi Danto harus diseret kBaca Juga: Terancam Menggelora, Tiga Musisi Gimbal Diadili Dalam DCDC Pengadilan Musike Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik di Kantin Nation The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Sabtu (27/11/2021). Alasannya gara-gara album 'kudu' yang dirilisnya. 
 
Beberapa pertanyaan dilontarkan dari dua Jaksa Penuntut yakni Budi Dalton dan Pidi Baiq. Mulai dari kapan tertarik musik, hingga memilih genre folk. 
 
"Aku mulai tertarik musik antara tahun 95an sampai sekarang. Aku senang bermain gitar. Tapi soal genre, saya tidak bisa menjawab padahal laguku ngepop ngepop aja secara konotasi dan lagam-lagammya. Mungkin kecenderungan lirik yang mungkin kerakyatan atau ngopi-ngopi senja," kata Danto.
 
 
Pembela yang diisi oleh Jon Kastella dan Bang El pun membeberkan bahwa Bagus memiliki banyak tulisan sebelum menamakan dirinya sebagai Sisir Tanah. 
 
"Bahkan sudah rilis satu buku puisi. Jadi secara lirik sangat kuat," katanya.
 
Pertanyaan kembali dilontarkan Budi Dalton mengenai tidak lagi menggunakan Sisir Tanah sebagai nama panggungnya. Padahal Sisir Tanah sudah cukup banyak dikenal oleh para pecinta musik Indonesia.
 
"Aku punya istilah proyek musik, sebuah proyek punya durasi dan bayanganku 10 tahun. Gak kebayang ternyata ketemu masa Pandemi yang membuat terpukul seolah-olah bubarnya karena Pandemi," jawab Danto.
 
 
Lantas Danto melanjutkan bahwa sosok yang pertama kali membuatnya untuk terjun menjadi solois. Dia menunjuk Pidi Baiq. 
 
"Ada orang pertama kali yang saat di paruh antara berdiri dan selesai. Dia adalah Pidi Baiq. Aku sangat punya sejarah dengan mas Pidi, kemudian aku memutuskan untuk rekaman dengan teman-teman di Yogya. Dan selalu aku ceritain," tambahnya. 
 
Sementara Budi Dalton mempertanyakan mengenai korelasi arti 'Kudu' yang menjadi albumnya ini. Menurut Danto, itu hanya ingin mengerecutkan ke-12 judul lagu yang ada di album tersebut. 
 
Dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan, Hakim persidangan Man Jasad memutuskan untuk membebaskan Bagus Dwi Danto dengan syarat. Salah satunya harus konsisten.
 
"Saya ingin mengutip pernyataan dari mas Butet bahwa hidup itu hanya numpang pipis. Mas Danto bebas tapi dengan syarat mas Danto jangan serius karena kita hanya numpang pipis. Dan juga harus berkolaborasi dengan lintas genre. Mudah-mudahan harapan saya semoga mas Danto dengan karyanya bisa merambah dunia musik secara luas," harap Man Jasad.
 
 
Danto juga memastikan akan terus bersemangat untuk berkarya. Dia berharap bisa melakukan kolaborasi dengan banyak seniman. 
 
"Apa yang direkam malam ini bisa jadi suplemen tambahan di musim panggebluk ini. Yang baik di adopsi, yang gak baik bisa disisihkan. Semoga menjadi energi buat kita kedepan dan bisa menginspirasi seniman yang memperjuangkan ke orang lain," harap Danto. 
 
Sementara itu, Addy perwakilan dari DCDC Pengadilan Musik mengaku banyak pertimbangan untuk menghadirkan sosok Danto ke ruang sidang. Perubahan nama menjadi alasannya.
 
 
 
"Penasaran kita mengapa sudah sangat terkenal tiba-tiba harus berubah nama, tiba-tiba merilis album juga yang berjudul Kudu dan kita pikir di tim Pengadilan Musik akan sangat menarik untuk bisa menghadirkan beliau di DCDC Pengadilan Musik," kata Addy.
 
Terkait mengenai DCDC Magazine yang sempat diperkenalkan di pertengahan sidang, Addy mengatakan bahwa hal itu merupakan program dari pengembangan Djarum Coklat Dot Com. 
 
"Dimana sebelumnya kita sudah terbiasa hadir lewat platform website. Informasi segala macam soal musik, ingin kita pertajam lagi lewat satu platform media baru bernama DCDC Magazine walaupun sifatnya masih online. Jadi nanti ketika rilis teman-teman semua bisa download di www.djarumcoklat.com. Nanti ada beberapa edisi khusus yang akan dicetak secara fisik. Jadi informasinya lebih mendalam, informatif dan tentu saja ulasan-ulasan musiknya lebih tajam daripada yang sudah hadir di Djarum Coklat Dot Com," pungkasnya. 
 
Bagus Dwi Danto adalah aktor intelektual di balik nama Sisir Tanah. Ia dikenal sebagai musisi yang aktif terjun dalam berbagai kegiatan aktivisme sosial dan gerakan akar rumput. 
 
 
Keterlibatan Bagus secara personal dalam banyak ruang penderitaan warga yang menjadi korban atas perampasan hak-hak sipil, penggusuran, hingga praktik ketidakadilan berbekas dan meninggalkan jejak sejarah perlawanan dalam setiap karyanya. 
 
Kesunyian nyanyiannya mampu mengantarkan pada pengalaman otentik menyoal kegelisahan, kekecewaan, kemarahan dan kebencian pada kehidupan dunia nyata yang sedang tidak baik-baik saja.
 
Mengakhiri perjalanan selama satu dekade menyandang nama panggung Sisir Tanah, Bagus Dwi Danto akhirnya membuat album menggunakan namanya sendiri. Seniman asal Yogyakarta ini memulai perjalanan barunya dalam dunia musik folk melalui album pribadi yang menceritakan perjuangannya melewati masa kelam kala dunia dicengkeram pandemi. 
 
Album perdananya yang berjudul Kudu disajikan dengan konsep kaya unsur nuansa alam, seperti bunyi-bunyi di pesawahan dan pantai. Kudu dalam bahasa Indonesia mempunyai arti harus, kuntum bunga, atau cat warna merah.
 
Album ini direkam pada pertengahan Februari 2021 di Bali dan dikerjakan secara gotong royong melibatkan beberapa kawan musisi. Mengingat tidak ada satupun orang yang siap menghadapi pandemi yang datang secara tiba-tiba pada awal tahun 2020, maka gotong royong adalah semangat hidup yang harus tetap tumbuh dan diharapkan mampu membangkitkan harapan teman-teman musisi untuk terus berkarya.(Muhammad Ginanjar)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X