Psikolog Sebut Amber Heard Alami Gangguan Kepribadian

Amber Heard didiagnosis mengalami gangguan kepribadian ambang dan historik. Namun, bukan gangguan stres pasca trauma.

Psikolog Sebut Amber Heard Alami Gangguan Kepribadian
Amber Head didiagnosis mengalami gangguan kepribadian

INILAHKORAN, Bandung - Seorang psikolog klinis dan forensik yang mengevaluasi aktris Amber Heard menyebut bahwa istri Johnny Depp itu memiliki tanda-tanda gangguan kepribadian ambang dan historik, tapi bukan gangguan stres pasca trauma.

Dalam persidangan, dr Shannon Curry mengatakan bahwa dirinya diminta memberikan evaluasi psikologis pada Amber Heard pada Oktober 2021.

dr Curry meninjau semua dokumen kasus yang merupakan bagian dari evaluasinya terhadap aktris Aquaman tersebut serta catatan medis Amber Heard.

Baca Juga: Robert Pattison Bakal Berperan di Sekuel Film 'The Batman'

dr Curry mengatakan dirinya bertemu Amber Heard sebanyak dua hari di tanggal yang berbeda, yakni 10 dan 17 Desember 2022 selama kurang lebih 12 jam total waktu tatap muka.

"Hasil evaluasi Ms. Heard mendukung dua diagnosis: gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian histrionik," kata dr Curry, dikutip Inilahkoran dari People, Rabu 27 April 2022.

Selain itu, dr Curry juga mengatakan bahwa ada informasi yang mendukung mengenai diagnosis Amber Heard, termasuk tes yang dilakukan sendiri dengan mendatangi psikolog.

Baca Juga: DJ Una Terseret Kasus DNA Pro, Sempat Investasi Rp1,5 Miliar dan Dijanjikan 6 Mobil

Sebagai informasi, Mayo Clinic mendefinisikan gangguan kepribadian ambang sebagai "gangguan kesehatan mental yang memengaruhi cara Anda berpikir dan merasa tentang diri sendiri dan orang lain, menyebabkan masalah fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk masalah citra diri, kesulitan mengelola emosi dan perilaku, dan pola ketidakstabilan. hubungan."

"Dengan gangguan kepribadian ambang, Anda memiliki ketakutan yang kuat akan pengabaian atau ketidakstabilan, dan Anda mungkin mengalami kesulitan menoleransi kesendirian. Namun kemarahan yang tidak pantas, impulsif, dan perubahan suasana hati yang sering dapat mendorong orang lain menjauh, meskipun Anda ingin memiliki hubungan yang penuh kasih dan langgeng, "tambah kelompok itu.***


Editor : inilahkoran