Sakura LE SSERAFIM Ceritakan Perjuangan Debut Sebagai IZ*ONE dan Idol Asing: Itu Kesepian

Sakura menceritakan perjuangannya untuk debut bersama IZ*ONE dan menadi idol asing dari Jepang yang miliki keterbatasan bahasa.

Sakura LE SSERAFIM Ceritakan Perjuangan Debut Sebagai IZ*ONE dan Idol Asing: Itu Kesepian
Sakura LE SSERAFIM Ceritakan Perjuangan Debut Sebagai IZ*ONE dan Idol Asing: Itu Kesepian.

INILAHKORAN, Bandung - Sakura yang merupakan mantan member girl grup IZ*ONE kini telah bergabung dengan girl grup baru HYBE Label, LE SSERAFIM.

Meskipun LE SSERAFIM belum debut secara resmi, girl grup baru HYBE ini telah menarik perhatian netizen dan penggemar K-Pop karena diperkirakan akan menjadi topik terpanas berikutnya.

Saat LE SSERAFIM mulai merilis teaser dan informasi tentang debut mereka, girl grup baru ini selalu menjadi topik hangat di kalangan netizen.

Baca Juga: Terungkap, Ternyata Penampilan BTS di Panggung Grammy Awards 2022 Penuh Makna Tersembunyi

Namun, meskipun sebagian besar member tidak diketahui oleh netizen, satu orang selalu dicintai oleh penggemar, dan itu adalah mantan member IZ*ONE Sakura.

Baru-baru ini, Sakura muncul dalam sebuah video untuk ODG di mana dia duduk bertemu dengan seorang anak Korea dan Jepang.

Sakura bercerita tentang pengalamannya pindah ke Korea dan bagaimana rasanya berada di negara di mana dia tidak tahu bahasa atau budayanya.

Baca Juga: Tak Jadi Comeback Bulan Juni? Banyak Penggemar Mengaku Lelah Menunggu BLACKPINK

Secara khusus, ketika Sakura berbicara dengan anak Jepang itu, dia berbagi beberapa pengalamannya setelah pindah ke Korea.

Anak itu menjelaskan bahwa meskipun mereka tinggal di Korea, mereka bersekolah di sekolah Jepang dan karena dia tidak bisa berbahasa Korea, dia tidak memiliki kesempatan untuk berteman dengan orang Korea.

Ketika anak itu membagikan ceritanya, Sakura menjelaskan bahwa dia mengerti bagaimana perasaannya.

Baca Juga: Rajin Nulis Curhatan Rahasia, Ini Cara Cerdas Park Bo Young Simpan Buku Hariannya Agar Tetap Aman Sejak 2014

“Aku tahu bagaimana perasaanmu karena aku juga (pernah mengalami hal yang sama). Itu sulit,” jelas Sakura.

Sakura menjelaskan bahwa sudah tiga atau empat tahun sejak dia tiba di Korea, tetapi fakta bahwa dia tidak bisa berbicara bahasa Korea ketika dia pertama kali datang ke negara itu membuat segalanya menjadi sangat sulit baginya.

Meskipun Sakura memiliki pengalaman tampil, debut IZ*ONE yang tiba-tiba setelah pertunjukan berakhir membuat bahasa Koreanya masih sangat dasar.

Baca Juga: Akan Tayang, Im Soo Hyang Tak Beri Respon Biasa untuk Kejutan Manis dari Shin Dong Wook di 'Woori The Virgin'

Sakura kemudian menjelaskan bahwa itu membuat waktunya di acara itu dan waktu setelahnya sangat sulit.

"Salam dan terima kasih hanya itu yang saya tahu. Jadi, saya tidak tahu apa yang dikatakan guru bahkan ketika saya sedang berlatih. Saya tidak tahu arti liriknya, jadi saya terus mencarinya. Itu sulit," terangnya.

Khususnya, ketika Sakura muncul di variety show, kendala bahasa membuatnya terkadang merasa tersisih.

Baca Juga: Tayang Besok, Ini 3 Poin Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Nonton Drama Thriller Baru 'Monstrous'

"Ketika saya berada di sebuah acara hiburan, saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka semua tertawa, tapi aku tidak tahu kenapa mereka tertawa. Itu kesepian," ungkapnya.

Meski menjadi idol adalah impiannya, Sakura mengungkapkan bahwa kendala bahasa membuatnya sulit untuk terus berjuang.

Dia pikir dia akan baik-baik saja karena itu yang dia cintai, tetapi itu lebih sulit, terutama karena dia jauh dari keluarganya.

Namun, ketika dia memulai debutnya di IZ*ONE, Sakura bukan satu-satunya member yang berasal dari Jepang dan dia menjelaskan bahwa memiliki orang-orang seperti Nako dan Hitomi bersamanya membuat segalanya lebih mudah, dan fakta bahwa banyak member dapat berbicara sedikit bahasa Jepang.

Baca Juga: Chanyeol EXO Dirumorkan Bertindak Kasar pada Seorang Influencer Wanita, Agensi Beri Bantahan

"Ada beberapa member dalam kelompok saya yang bisa berbicara sedikit bahasa Jepang. Jika saya tidak memiliki teman seperti itu yang bersedia membantu saya, saya mungkin masih berada di Jepang sekarang," ujarnya.

Dia kemudian mengakhiri dengan mengatakan bahwa meskipun dia mengalami kesulitan, mendapat bantuan dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya menunjukkan bahwa ini bukan tentang bahasa yang digunakan orang tetapi siapa mereka sebagai pribadi.

Meskipun Sakura tampak mudah ketika dia berbicara bahasa Korea, itu menunjukkan bahwa belajar bahasa membutuhkan waktu, dan itu bisa membuat segalanya menjadi sangat sulit ketika Anda berada di tempat baru.

Orang-orang di sekitarnya membuat Sakura melalui perjuangan dan membiarkannya berkembang di Korea sebagai idol.***


Editor : inilahkoran