• Selasa, 5 Juli 2022

Bidik Nol Dampak Lingkungan, Perusahaan Perawatan Kesehatan Novo Nordisk Terapkan Pendekatan Holistik

- Jumat, 27 Mei 2022 | 14:19 WIB
Beberapa waktu lalu, sampah plastik didaur ulang dan diubah menjadi batu bata dan digunakan untuk membangun kamar mandi umum di Kampung Pemulung di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten. (istimewa)
Beberapa waktu lalu, sampah plastik didaur ulang dan diubah menjadi batu bata dan digunakan untuk membangun kamar mandi umum di Kampung Pemulung di Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Novo Nordisk Indonesia berinovasi. Perusahaan perawatan kesehatan melakukannya demi tujuan besar yakni nol dampak lingkungan (zero environmental impact).

Novo Nordisk Indonesia Finance & Operations Director Rasmus Hansen mengatakan berbagai kegiatan dijalani untuk mengurangi pencemaran dan dampak lingkungan. Perusahaan diakuinya terus mencari pendekatan baru untuk mencapai lebih banyak penerapan circular mindset yang relatif baik bagi perusahaan dan lingkungan.

Dia menyebutkan, kini pihaknya mengalihkan metode pengiriman produk. Semula, moda distribusi itu menggunakan angkutan udara. Kini, distribusi menggunakan angkutan laut.

Baca Juga: Gelar Doa Bersama dengan Semua Elemen Pendidikan, Disdik Jawa Barat Doakan Eril Selamat

"Novo Nordisk menyadari bahwa pengiriman produk menghasilkan limbah CO2 yang cukup banyak sehingga Novo Nordisk memutuskan untuk beralih ke metode pengiriman melalui laut," kata Hansen, belum lama ini.

Menurutnya, pengiriman udara merupakan pendorong utama pencemaran lingkungan karena menghasilkan 75 persen dari total emisi CO2 dalam distribusi produk. Dengan beralih ke metode pengiriman dengan angkutan laut, Novo Nordisk Indonesia berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon perusahaan dan dengan demikian selangkah lebih maju dalam mencapai zero environmental impact.

Selain itu, perusahaan juga mengadakan kampanye “Plastic Funtastic” yang menjadi bagian dari kegiatan TakeAction Novo Nordisk dan merupakan program sukarela yang melibatkan karyawan global Novo Nordisk untuk mendorong perubahan di bidang kesehatan, sosial, dan lingkungan.

Baca Juga: PKB Optimistis Jadi Pemenang di Kabupaten Bandung pada Pemilu 2024 Mendatang

Sebagai kampanye internal, kegiatan tersebut mengajak karyawan Novo Nordisk Indonesia untuk proaktif mengurangi sampah plastik. Pendiri dan Direktur Pelaksana Waste4Change Indonesia Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan, studi terakhir yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa pada 2019, Indonesia menghasilkan sekitar 175.000 ton sampah setiap harinya atau sekitar 14 persen atau 24.500 ton plastik per hari.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X