Pameran Seni Critical Faces, Isa Perkasa: Soroti Dampak Sebagian Para Elit Politik

Sebanyak 20 karya dimaperkan Isa Perkasa dan Setiyoko hadi dalam pameran seni Critical Face di Orbital Dago Kota Bandung

Pameran Seni Critical Faces, Isa Perkasa: Soroti Dampak Sebagian Para Elit Politik
Ada 20 karya dalam pameran seni Critical Faces (wajah kritikal). 20 karya ini ditampilkan oleh kedua seniman, Isa Perkasa dan Setiyoko Hadi. Pameran ini bertempat di Orbital Dago, Jalan Rancakendal 7, Kota Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Ada 20 karya dalam pameran seni Critical Faces (wajah kritikal). 20 karya ini ditampilkan oleh kedua seniman, Isa Perkasa dan Setiyoko Hadi. Pameran ini bertempat di Orbital Dago, Jalan Rancakendal 7, Kota Bandung.

Seniman Isa Perkasa mengatakan, dalam pameran seni Critical Faces ini, ia menyoroti dampak sebagian para elit politik, terutama terkait dengan hiruk-pikuk kontestasi politik.

Seperti, Pemilu dan bagaimana mereka menjalankan pemerintahan ini dan pengaruhnya pada kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Doni Salmanan Turun dari Mobil Mewah dan Tak Diborgol Saat Tiba di Bandung, Netizen: Itu Tersangka atau Saksi?

"Ini pameran seni berdua saya (Isa Perkasa) dengan Setiyoko Hadi tentang wajah-wajah kritik. Tentang Pemilu atau Pilpres 2024 nanti," ujar Isa Perkasa,  Rabu 6 Juli 2022.

Sebagai seorang seniman, dia mengkritisi tentang kandidat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), calon Bupati, calon gubernur dan lainnya.

Tema yang diambil oleh Isa Perkasa lebih kepada mereka mencari follower (pengikut), bahkan bila digambarkan, negeri ini adalah negeri Republik Follower. Mencari dukungan sebanyak-banyaknya, setelah diraih dukungan, banyak yang terjadi masalah.

Baca Juga: Bocorkan Rencana untuk Membuka Pameran Seni Publiknya Sendiri, RM BTS:Ini Pertama Kalinya, Tapi Saya Serius

Misalnya, Bupati yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau kepala daerah yang berdusta kepada rakyatnya, terus juga ada anggota DPR juga seperti itu dan lainnya.

"Jadi tema-tema yang saya angkat seperti ada karya misalnya, ada pesta panen, petani itu berseragam anggota DPR, anggota parlemen, anggota pemerintahan dan lainnya. Yang saya kritisi adalah pesta panen anggota DPR yang siap-siap untuk pesta tahun 2024 dan mengumpulkan amunisi dari sekarang," jelas Isa Perkasa.

Dia menambahkan, tujuannya dari pameran seni Critical Faces ini, pihaknya ingin mengingatkan kembali, bahwa yang sudah-sudah pun, sama seperti yang lainnya, mereka berdusta kepada rakyatnya, meskipun tidak semua anggota DPR, Bupati dan lainnya sama semuanya.

Baca Juga: Foto: Pameran Seni Bijaba #2 Sintesis

"Biar ini mengingatkan ke publik bahkan ke calon anggota DPR sendiri, intinya jangan kejadian lagi pemimpin atau kepala daerah yang ketangkap KPK, jangan lagi pemimpin membohongi rakyatnya, intinya seperti itu, lebih ke penyadaran sih. Karya saya didominasi karya drawing diatas kanvas," paparnya.

Isa Perkasa menambahkan, untuk karya seniman Karya Setiyoko Hadi yang dipamerkan adalah, lebih dominan potret dirinya dengan ketika Pilpres beberapa tahun lalu.

Menurutnya, ada perpecahan antara anggota keluarga, teman dekat, misalnya di dalam satu grup Facebook dan WhatsApp aja itu terjadi perbedaan, yang akhirnya berujung permusuhan.

Baca Juga: Kunjungi Pameran Seni Interaktif Kelas Dunia di Gandaria City

"Nah, Setiyoko Hadi itu membuat karya dan merangkai kembali tentang persoalan perpecahan itu. Karya-karya yang ditampilkan Setiyoko Hadi itu lebih kepada merajut kembali tentang kebersamaan," ujar Isa Perkasa.

Sebagai catatan, pameran seni Critical Faces akan digelar selama satu bulan lebih. Mulai dari 21Juni - 31 Juli 2022. Pameran dibuka setiap hari. Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB. *** (Okky Adiana)

 

 


Editor : inilahkoran