Harga Cabai di Pasar Tradisional Naik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung menyatakan sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional naik. Namun, sebagiannya lagi mengalami penurunan harga. 

Harga Cabai di Pasar Tradisional Naik
INILAH, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung menyatakan sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional naik. Namun, sebagiannya lagi mengalami penurunan harga. Pihaknya memastikan stok kebutuhan bahan pokok selama tiga bulan ke depan aman.
 
"Satu pekan terakhir ada kenaikan untuk komoditas di cabai. Cabai TW naik Rp5.000 asalnya Rp25 ribu jadi Rp30 ribu. Cabai tanjung naik Rp5 ribu dari Rp35 ribu jadi Rp40 ribu dan cabai keriting dari Rp5 ribu dari Rp20 ribu jadi Rp25 ribu," kata Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah, Senin (10/12/2018).
 
Menurut Popi,  beberapa bahan pokok lainnya yang naik yakni bawang putih naik Rp2 ribu dari Rp 22 ribu menjadi 24 ribu dan daging ayam naik Rp1.000 dari Rp36 ribu menjadi Rp37 ribu. Sedangkan harga daging sapi stabil Rp 110 ribu.
 
Sementara itu, beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan yaitu telur dari Rp 25.500 menjadi Rp 25.000. "Untuk di kita harga relatif stabil, pasokan juga insyallah aman sampai tiga bulan ke depan," ujarnya.
 
Popi mengatakan penyebab harga cabai mahal karena faktor cuaca yang di beberapa tempat belum terjadi turun hujan. Saat ini, perlahan mulai terjadi hujan dan diharapkan agar harga cabai bisa kembali stabil. 
 
Dia menambahkan, pihaknya pada  20 Desember 2018 mendatang akan melakukan pengecekan ke lapangan terkait harga bahan pokok dan stok gas untuk masyarakat. Menurutnya, terkait gas harus terus dipantau.
 
"Kita belum tahu stok gas, apakah stoknya ada atau tidak, yang penting selama natal dan tahun baru, gas harus ada. Sekarang relatif normal (harga dan stok)," ujarnya. 


Editor : inilahkoran