Hingga Juli, Ada 76 Kali Gangguan Jaringan Listrik Akibat Layangan di Garut

Bermain layang-layang atau layangan merupakan salah satu permainan favorit biasa dimainkan sebagian masyarakat di Kabupaten Garut. Terlebih pada musim kemarau seperti sekarang.

Hingga Juli, Ada 76 Kali Gangguan Jaringan Listrik Akibat Layangan di Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Bermain layang-layang atau layangan merupakan salah satu permainan favorit biasa dimainkan sebagian masyarakat di Kabupaten Garut. Terlebih pada musim kemarau seperti sekarang.

Kendati mengasyikkan, jika tak berhati-hati permainan layang-layang tak jarang menimbulkan masalah. Paling sering menyebabkan terjadinya gangguan listrik akibat layangan putus talinya tersangkut pada jaringan listrik

PLN mencatat, hingga Juli lalu pada jaringan listrik saluran udara tegangan tinggi saja terjadi gangguan sebanyak 76 kali akibat layangan.

Baca Juga : Kualitas Hasil Pertanian Harus Terjaga

Dalam upaya mendukung pengamanan jaringan listrik dari layang-layang itu, Pemkab Garut berencana mengadakan sejumlah kegiatan, termasuk memperbarui kesepahaman antara Pemkab Garut dengan PLN.

Untuk itu, Bupati Garut Rudy Gunawan meminta masyarakat untuk bermain layangan di tempat aman agar tidak mengganggu jaringan listrik yang ada di Garut. Sehingga tidak terjadi konsleting listrik atau listrik padam.

Namun di sisi lain, Rudy menyatakan kebanggaannya karena Garut merupakan salah satu penghasil benang gelasan layangan berkualitas ekspor. Benang tersebut dinikmati bukan hanya di Indonesia, melainkan juga seluruh dunia.

Baca Juga : Kemendikbudristek Minta Guru Aktif Kenalkan Permainan Tradisional

“Tentu saya bangga dengan Garut menghasilkan gelasan-gelasan untuk main layangan yang berkualitas internasional dan ekspor. Ini luar biasa produksinya dan dinikmati oleh seluruh dunia. Bukan saja Indonesia. Tapi, saya mohon sekali marilah kita main layang-layang di tempat yang aman, supaya tidak mengganggu jaringan listrik-jaringan listrik yang digunakan untuk kita semua. Sehingga tidak terjadi konslet atau padam,” kata Rudy saat menerima kunjungan rombongan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Cabang Garut dan Unit Pelaksana Transmisi (UPT) PLN Cirebon serta Komunitas Layangan Garut di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Senin (30/8/2021).

Sementara itu, Manager UPT PLN Cirebon Ahmad Susilo menyebutkan salah satu permasalahan di Kabupaten Garut yaitu terjadinya gangguan pada jaringan listrik akibat layang-layang

“Kalau dari catatan kami, untuk saluran udara tegangan tinggi sampai bulan Juli kemarin itu kurang lebih ada 76 kali gangguan akibat benang layang-layang ini,” ujarnya.

Baca Juga : Satpol PP Kab Cirebon No Coment Soal Sanksi PT. Chinli, Ada Apa?

Manager UP3 PLN Garut Nugroho menambahkan, pihaknya tidak bisa menghentikan hobi masyarakat bermain layangan. Namun pihaknya berharap gangguan jaringan listrik akibat benang layangan dapat diminimalisir.

Dia mengataakan, pihaknya tetap mengakomodir masyarakat yang hobi bermain layang-layang dengan menjalin kerjasama dengan komunitas layangan. Hal itu agar hobi bermain layangan tetap berjalan namun jaringan listrik tetap aman. (Zainulmukhtar)


Editor : donramdhani