Hingga November 2022, Satpol PP Kota Bandung Tertibkan Delapan Ribu Lebih Reklame Tidak Berizin

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan penertiban terhadap reklame tidak berizin. Sasarannya adalah reklame isidentil dan non isidentil. 

Hingga November 2022, Satpol PP Kota Bandung Tertibkan Delapan Ribu Lebih Reklame Tidak Berizin
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan penertiban terhadap reklame tidak berizin. Sasarannya adalah reklame isidentil dan non isidentil. /ilustrasi
INILAHKORAN, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan penertiban terhadap reklame tidak berizin. Sasarannya adalah reklame isidentil dan non isidentil. 
"Penertiban terus kita lakukan terhadap reklame yang menyalahi aturan," kata abid Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satpol PP Kota Bandung Yayan Ruyandi, Sabtu 3 Desember 2022.
Yayan Ruyandi menjelaskan, baliho, umbul-umbul, banner, spanduk, pamflet dan brosur masuk pada kategori isidentil. Non isidentil adalah bando, billboard, JPO, neonbox, videotron, gelagar dan tiang pancang. 
Sepanjang Januari hingga November 2022, Satpol PP Kota Bandung telah menertibkan 8.173 reklame isidentil, dan 97 reklame non isidentil. Terbanyak isidentil adalah spanduk berjumlah 3.021.
"Untuk non isidentil terbanyak adalah reklame billboard dengan jumlah 73. Kita akan lakukan penertiban secara efektif dari akhir Oktober sampai Desember 2022. Pelanggaran reklame ini hampir merata," ucapnya. 
Adapun sanksi bagi pelanggar, dikemukakan Yayan bahwa Satpol PP Kota Bandung tak akan segan melakukan penertiban, atau membongkar sesuai intruksi dalam aturan Perda dan Perwal.
Yayan pun menegaskan, bahwa Satpol PP Kota Bandung siap bekerja ekstra dalam menghadapi tahun politik. Tentunya menertibkan spanduk atau reklame tidak berizin dari para partai politik. 
"Jelas kita akan melakukan penertiban dengan soft dan humanis, mencabut reklame tidak berizin dan barangnya itu kita serahkan kembali ke partai politik yang bersangkutan," ujar dia. *** (yogo triastopo) ***


Editor : JakaPermana