Imbas Longsornya Pondasi Jembatan Cikereteg, Polres Bogor Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

bencana alam tanah longsor, yang berdampak pada pondasi Jembatan Cikereteg. Hingga, jembatan tersebut hanya digunakan untuk satu jalur saja.

Imbas Longsornya Pondasi Jembatan Cikereteg, Polres Bogor Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

INILAHKORAN, Bogor-Untuk mencegah bencana alam tanah longsor lanjutan hingga menimbulkan korban jiwa maupun materil lainnya, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa atau buka tutup arus lalu lintas di Jalan Raya Mayjend H.R. Edi Sukma atau Jalan Raya Bogor-Sukabumi, tepatnya di dekat Jembatan Cikereteg, Kecamatan Caringin.

Hal itu karena terjadi bencana alam tanah longsor, yang berdampak pada pondasi Jembatan Cikereteg. Hingga, jembatan tersebut hanya digunakan untuk satu jalur saja.

Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan pun baik arah Sukabumi maupun Bogor mengalami kemacetan, terlebih di akhir pekan, di mana arus kendaraan untuk berwisata mengalami peningkatan.

Baca Juga : Konser Fourtwnty Batal Digelar di Kafe Bajawa Flores Bogor 

Ahmad Dahlan, warga Desa Wangun Jaya, Ciambar, Kabupaten Sukabumi menuturkan dampak dari buka tutup arus lalu lintas di  dekat Jembatan Cikereteg, Kecamatan Caringin. Terjadi kemacetan arus lalu lintas hingga Pasar Caringin.

"Ketika saya mengarah ke Bogor, ternyata terjadi kemacetan lalu lintas di Pasar Caringin.  Ternyata, ada rekayasa buku tutup arus lalu lintas di Jembatan Cikereteg," tutur Ahmad Dahlan kepada wartawan, Minggu,  3 Desember 2022.

Dia mengaku belum mengetahui adanya rekayasa buku tutup arus lalu lintas, seandainya ada pemberitahuan. Ayah dua orang anak ini akan menggunakan jalur alternatif yaitu Jalana Raya Cihideung-Pamoyanan.

Baca Juga : 40 Pengedar Narkotika Diamankan Polres Bogor, Senjata Soft Gun Ikut jadi Barang Bukti

"Kalau tau sejak awal, saya lewat Jalan Raya Cigombong-Cihideung-Pamoyanan, tembus Batu Tulis, Kota Bogor. Lumayan, macetnya hingga satu jam," sambungnya.

Diwawancara terpisah, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin yang meninjau lokasi terjadinya longsoran tanah tersebut mengatakan bahwa longsoran tanah tersebut terjadi akibat adanya retakan pada aspal jalan,  dan kondisi dinding tanah pun sudah runtuh.

Dengan kondisi tiang penyangga jalan yang juga sudah menggantung tersebut tentunya sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. 

Untuk menghindari hal  yang tidak kita inginkan, Kepolisian pun langsung melakukan pemasangan Police line,  dan juga road water barrier.

Terkait penanganan perbaikan jalan tersebut, Polres Bogor pun telah berkoordinasi dengan pihak PUPR Kabupaten Bogor, untuk selanjutnya berkordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan Provinsi Jawa Barat. Karena status Jalan Mayjen H.R Edi Sukma adalah jalan milik Provinsi Jawa Barat.

"Untuk mengurangi beban pada Jembatan Cikereteg, kami  memberlakukan buka tutup arus kendaraan secara bergantian. Kepada masyarakat yang melalui jalan Cikereteg ini kami menghimbau untuk dapat berhati-hati dan tidak berhenti di area Jembatan," kata AKBP Iman Imanudin.

Untuk kendaraan roda empat terutama yang lebih, Kapolres Bogor pun menghimbau untuk dapat menggunakan atau melalui Jalan Tol Bocimi. (Reza Zurifwan)


Editor : asayuti