Indeks Kemiskinan di Jabar Alami Penurunan

Kepala BPS Jawa Barat Dody Herlando mengatakan, persoalan kemiskinan bukan sekedar jumlah dan presentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan ke

Indeks Kemiskinan di Jabar Alami Penurunan
INILAH, Bandung – Kepala BPS Jawa Barat Dody Herlando mengatakan, persoalan kemiskinan bukan sekedar jumlah dan presentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
 
"Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan," kata Dody kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).
 
Menurut Dody, kebijakan kemiskinan harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Pada periode Maret-September 2018, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinam (P2) menujukan penurunan.
 
“P1 turun dari 1,317 pada Maret menjadi 1,134 pada September. P2 yang mengalami penurunan dari 0,335 pada Maret menjadi 0,265 pada September,” jelasnya.
 
Dody mengatakan, penurunan indeks ini mengindikasikam rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan dan kesenjangan pengeluaran antarpenduduk miskin juga semakin menyempit.
 
Untuk wilayah perdesaan P1 mengalami penurunan yakni 1,841 pada Maret menjadi 1,363 pada September atau turun 0,478 poin. Sementara P2 juga mengalami penurunan hingga 0,200 poin.
 
"Untuk perkotaan P1 juga mengalami penurunan dari 1,133 menjadi 1,060 atau turun 0,073 pada September. P2 juga turun dari 0,285 menjadi 0,261 atau turun 0,024 poin pada September," ujar dia.


Editor : inilahkoran