DKP Jabar Tambah Lagi Bantuan Smart Fishing

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat bakal menambahkan bantuan smart fishing pada 2020 ini.

DKP Jabar Tambah Lagi Bantuan Smart Fishing

INILAH, Bandung- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat bakal menambahkan bantuan smart fishing pada 2020 ini.

Upaya pendekatan digital ini dilakukan untuk mewujudkan program Nelayan Juara dan Gudang Ikan Juara sesuai dengan tagline Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk mendorong produksi ikan di Jabar. 

Kepala DKP Jabar Jafar Ismail mengatakan, untuk tahun ini ditargetkan ada 180 unit smart fishing Vessel multy Aids (VMA) yang dibagikan kepada nelayan dengan kapal kecil di bawah 30 Gross Tonnage (GT).

Baca Juga : Garuda Terbang Tinggi dari Desa Cikondang

"Tapi Pak gubernur meminta 500 unit, mudah-mudahan dapat terlaksana dalam (anggaran) perubahan," ujar Jafar.

Pemberian bantuan ini, dia mengatakan, untuk menindaklanjuti program di tahun sebelumnya. Di mana pihaknya telah membagikan 500 unit smart fishing untuk nelayan di Pantai Selatan.  

"Untuk tahun ini selain Pantai Selatan dari Pelabuhan Ratu ke Pangandaran,  kita juga akan memberikan kepada nelayan di titik-titik pantai Utara. Seperti Indramayu," katanya.

Baca Juga : Dibuka untuk Umum, Pekan Pertama 5.000 Pengunjung Sambangi Gedung Sate

Menurut Jafar, alat smart fishing ini akan menggenjot produktifitas nelayan dalam menangkap ikan. Bagaimana tidak, berdasarkan pengalaman 2019 lalu pihaknya mendatkan catatan ada kenaikan produksi penangkapan ikan dari nelayan sebesar 15% hingga 45%.

"Kemudian efisiensi bahan bakar antara 3,6% sampai 12%," imbuh dia. 

Dengan terpasangny smart fishing VMA di perahu, maka sebelum menangkap ikan ke laut nelayan dapat melihat terlebih dahulu titik lokasi yang berpotensi dapat meraup ikan terbanyak. Setelah titik ditentukan, selanjutnya dapat langsung ke lokasi yang dimaksud tanpa harus melakukan ujicoba penangkapan di lokasi lainnya. 

Baca Juga : Pemprov Siapkan Pepulangan 9 Warga Jabar dari Natuna

"Kemudian menggunakan fish finder sehingga terlihat jenis ikan apa saja yang ada di lokasi itu," katanya.

Selain itu, ada kemudahan lainnya yang dapat dimiliki oleh nelayan apabila menggunakan smart fishing VMA ini. Jafar mengatakan, ketika ada permasalahan di laut, misalnya mesin kapal mati maka nelayan tidak harus panik.

"Karena bisa memunculkan sinyal SOS untuk meminta bantuan. Juga setiap kapal bisa berkomunikasi," katanya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya pun akan memberi bantuan pengadaan alat bantu tangkap ramah lingkungan dan kapal perikanan di atas 30 GT. 

Kembangkan SDM Nelayan

Semakin canggihnya teknologi di setiap kapal ikan belum sepenuhnya dapat menjadikan program Nelayan Juara dan Gudang Ikan Juara dapat terwujud dengan maksimal. Agar lebih sukses, maka kompetensi setiap nelayan pun perlu ditingkatkan. 

Jafar mengatakan, Jabar memiliki sekitar 120 ribu nelayan. Namun beberapa di antaranya hingga kini belum tersertifikasi.

"Ternyata yang pergi melaut itu harus punya sertifikat. Minimal Basic Safety Training Fisheries (BST-F)," ujar Jafar.

Tahun ini, rencananya akan ada 350 nelayan di Jabar yang bakal diupayakan untuk mengantongi sertifikat. Baik itu di Pantai Selatan maupun di Pantai Utara. 

"Itu harus, jadi dapat lebih siap ketika terjadi kecelakaan di laut atau mendadak mesin kapal mati," katanya. 

Apabila sudah mendapatkan BST-F, selanjutnya ada sertifikasi yang tingkatnya lebih tinggi. Pihaknya berharap Program Nelayan juara dapat meningkatkan keahlian nelayan agar dapat kian menggenjot produksi ikan. 

"Karena sekarang persentase nelayan yang mengantongi sertifikasi masih sedikit yah," pungkasnya. (Riantonurdiansyah) 


Editor : Bsafaat