• Kamis, 21 Oktober 2021

Tak Perlu Reuni Hura-hura, Cukup Harumkan Citarum

- Senin, 2 Maret 2020 | 10:52 WIB
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Kelompok masyarakat kian menunjukkan kepedulian terhadap Citarum. Menanam vetiver hingga bambu. Tak lama lagi, Reuni Perak ITB 95 bakal berlangsung. Sudah seperempat abad mereka berkenalan untuk pertama kalinya. Kini, sebagian besar mereka tersebar di banyak posisi, beragam lokasi.

Satu yang tak tertinggalkan adalah bakti kemasyarakatan. Alih-alih menandai reuni dengan sekadar pesta silaturahmi, mereka pun kembali mengabdi untuk Jawa Barat. Targetnya: ikut serta dalam program rehabilitasi Citarum.

Beda dengan pemerintah dan Satgas Citarum yang belakangan aktif menanam vetiver alias akar wangi, alumni ITB ini memilih menanam bambu. Sebanyak 95 ribu pohon bambu ditanam, di antaranya akan disebar ke sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

“Program ini kita beri nama Bambu Daya. Jadi, program ini adalah untuk konservasi air dan udara. Yang kita mau tanam adalah bambu,” ujar Ketua Reuni Perak Alumni ITB angkatan 95, Aksan Ansori Alam pada penanaman bambu pertama di kawasan Punclut, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (29/2).

Aksan mengatakan, Program Bambu Daya ini tidak hanya bertujuan sebagai konservasi. Menurut dia, pemberdayaan masyarakat pun akan terwujud dengan memanfaatkan pohon bambu ketika telah tumbuh. 

“Pemberdayaan masyarakat mulai dari makanan, bisa untuk kerajinan, dan juga kemungkinan kita mau mensupport untuk ekspor,” katanya. 

Pada kegiatan ini, pihaknya pun menggandeng sejumlah stakeholder, yakni Akademi Bambu Nusantara (ABN) dan Padumukan Punclut. Termasuk dengan Satgas Sektor 22 Citarum Harum yang juga menyumbangkan sejumlah tanaman. 

“Jadi kita memang akan bekerja sama debgan banyak pihak, dari DAS Citarum, dari warga, Pemprov (Jabar), KBB dan segala macam,” katanya.

Kenapa bambu? Kenapa bukan vetiver? Dia menyebutkan bambu masuk kategori hasil hutan non kayu. Sehingga secara regulasi tidak menjadi rumit. Misalnya, tidak perlu harus daftar ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Pak Uu Tinjau PTM di Majalengka

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:45 WIB

Jawa Barat Punya Progra SELAMAT, Apa Itu?

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ingat Protokol Kesehatan Meskipun Macet Dimana-mana

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Uu Ruzhanul Resmikan Wisata Anti Galau Talaga Langit

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:45 WIB

BI: Investasi Dorong Pemulihan Ekononi Jabar

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:30 WIB
X