• Minggu, 28 November 2021

Pil Pahit bagi Pencemar Sungai Citarum

- Selasa, 3 Maret 2020 | 11:20 WIB

APA yang dialami PT HAYI dan PT KKTI mestinya jadi pelajaran bagi industri untuk bersahabat dengan Citarum. Sayangnya, DLH masih tergentung Kementerian LHK.

Nama perusahannya keren. PT How Are You Indonesia (HAYI). Tapi, setidaknya sampai peradilan tingkat pertama, perusahaan bernama keren itu divonis berbuat tak keren. Mereka dinyatakan melakukan pencemaran lingkungan hidup di daerah alisan sungai (DAS) Citarum. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengukum korporasi itu membayar ganti rugi material sebesar Rp12,013 miliar.

HAYI adalah perusahaan yang berbasis di Cimahi. Tepatnya di Jalan Raya Nanjung, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan. Korporasi ini bergerak di sektor industri tekstil.

Tapi, yang menyeret mereka ke pengadilan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Bukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. Minimnya sumber daya manusia (SDM) dan anggaran jadi kendala utama.

DLH Cimahi hanya punya kemampuan melimpahkannya ke Kementerian LHK. Pihak kementerian yang kemudian melakukan gugatan di PN Jakarta Utara.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny menyebutkan, saat itu pihaknya hanya menjadi saksi saja. Gugatan berhasil dimenangkan dan pabrik tekstil itu diharuskan  membayar ganti rugi materiil sebesar Rp12,013 miliar.

Hingga kini DLH belum memiliki SDM yang ideal, mulai pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH), penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) hingga tim ahli. Selain itu anggaran pun belum ada dan pengajuan gugatan itu ada tahapan yang harus dilalui.

Karena belum bisa menindak, pihaknya saat ini baru bisa sebatas melakukan pengawasan. Kemudian jika ditemukan pelanggaran, pihaknya memberikan sanksi. Dari mulai teguran tertulis hingga paksaan pemerintah.

Apabila perusahaan tak menggubris sanksi tersebut dengan melakukan perbaikan, pihaknya akan melaporkannya ke Kementerian LHK untuk ditindaklanjuti, apakah masuk ranah pengadilan atau di luar ranah pengadilan.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Terkini

DPRD Jabar Minta MPP Diperbanyak

Jumat, 26 November 2021 | 19:15 WIB

DPRD Jabar Dorong Pemprov Perbanyak Desa Digital

Jumat, 26 November 2021 | 15:21 WIB

Komitmen Ridwan Kamil untuk Kemajuan Desa di Jabar

Kamis, 25 November 2021 | 23:15 WIB

Jabar Terima Lima Penghargaan dalam Sehari

Kamis, 25 November 2021 | 22:45 WIB

Jabar Tertinggi Realisasi Investasi di Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 22:42 WIB

Jabar Genjot Vaksinasi Lansia, Ini Strateginya

Rabu, 24 November 2021 | 17:49 WIB

Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Laswee Creative Space

Selasa, 23 November 2021 | 22:11 WIB

Ridwan Kamil Ingatkan 19 Desa Risiko Bencana Tinggi

Selasa, 23 November 2021 | 20:30 WIB
X