• Sabtu, 23 Oktober 2021

Pil Pahit bagi Pencemar Sungai Citarum

- Selasa, 3 Maret 2020 | 11:20 WIB

APA yang dialami PT HAYI dan PT KKTI mestinya jadi pelajaran bagi industri untuk bersahabat dengan Citarum. Sayangnya, DLH masih tergentung Kementerian LHK.

Nama perusahannya keren. PT How Are You Indonesia (HAYI). Tapi, setidaknya sampai peradilan tingkat pertama, perusahaan bernama keren itu divonis berbuat tak keren. Mereka dinyatakan melakukan pencemaran lingkungan hidup di daerah alisan sungai (DAS) Citarum. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengukum korporasi itu membayar ganti rugi material sebesar Rp12,013 miliar.

HAYI adalah perusahaan yang berbasis di Cimahi. Tepatnya di Jalan Raya Nanjung, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan. Korporasi ini bergerak di sektor industri tekstil.

Tapi, yang menyeret mereka ke pengadilan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Bukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. Minimnya sumber daya manusia (SDM) dan anggaran jadi kendala utama.

DLH Cimahi hanya punya kemampuan melimpahkannya ke Kementerian LHK. Pihak kementerian yang kemudian melakukan gugatan di PN Jakarta Utara.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny menyebutkan, saat itu pihaknya hanya menjadi saksi saja. Gugatan berhasil dimenangkan dan pabrik tekstil itu diharuskan  membayar ganti rugi materiil sebesar Rp12,013 miliar.

Hingga kini DLH belum memiliki SDM yang ideal, mulai pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH), penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) hingga tim ahli. Selain itu anggaran pun belum ada dan pengajuan gugatan itu ada tahapan yang harus dilalui.

Karena belum bisa menindak, pihaknya saat ini baru bisa sebatas melakukan pengawasan. Kemudian jika ditemukan pelanggaran, pihaknya memberikan sanksi. Dari mulai teguran tertulis hingga paksaan pemerintah.

Apabila perusahaan tak menggubris sanksi tersebut dengan melakukan perbaikan, pihaknya akan melaporkannya ke Kementerian LHK untuk ditindaklanjuti, apakah masuk ranah pengadilan atau di luar ranah pengadilan.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Terkini

Ridwan Kamil Dorong Percepatan Vaksinasi di Cianjur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Indeks Kemerdekaan Pers Jabar Naik 27 Peringkat

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:15 WIB

Foto: West Java Invesment Summit 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:03 WIB
X