• Minggu, 5 Desember 2021

Kinerja Bangga Kencana Jabar Tetap Ngabret di Tengah Pandemi Covid-19

- Sabtu, 2 Januari 2021 | 13:00 WIB

INILAH, Bandung,- Program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) Jawa Barat sempat tertatih saat awal pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Meski begitu, kinerja Bangga Kencana perlahan bangkit hingga kemudian sukses mencatat kinerja moncer menjelang akhir tahun. Tak hanya itu, Jabar juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi menganggakan di pentas nasional.

“Kami akui pelayanan kontrasepsi sempat terganggu pada awal pandemi Covid-19. Ini terjadi karena sejumlah fasilitas kesehatan tidak bisa melaksanakan pelayanan KB. Kami menyadari bahwa para petugas dan fasilitas kesehatan prioritas pelayanan bagi penanganan Covid-19,” terang Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kusmana saat Media Gathering Bangga Kencana 2020, Kamis 31/12/2020).

Tentu, pandemi tak lantas membuat Bangga Kencana jalan di tempat. Di tengah kepungan Covid-19, BKKBN berusaha tetap memfasilitasi pelayanan kontrasepsi alias keluarga berencana (KB). Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tentunya. BKKBN juga turut membantu menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, baik dokter maupun bidan. Hasilnya, pelayanan KB di Jawa Barat kembali bergeliat.

“Kami mengeluarkan kebijakan khusus dalam mendistribusikan alat dan obat kontrasepsi (Alokon). Jika sebelumnya alokon hanya tersedia di fasilitas kesehatan dan bidan praktik, selama pandemi ini para petugas diberikan tugas tambahan untuk mengantarkan pil dan kondom ke keluarga sasaran. Bagi BKKBN, keberlangsungan pemakaian kontrasepsi merupakan prioritas utama,” terang Kusmana.

Sukses menjalankan skenario darurat pelayanan KB selama pandemi, BKKBN kemudian sprint mengejar ketertinggalan. Dua momentum besar menjadi titik balik kebangkitan Bangga Kencana. Pertama, peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2020 yang menargetkan 1 juta akseptor secara nasional. Kedua, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2020 yang membidik 250 ribu peserta KB nasional.

Dalam dua momentum tersebut, Jabar sukses mengatrol capaian peserta KB secara signifikan. Dari 1 juta akseptor yang dilayani dalam momentum Harganas 2020, hampir setengahnya berasal dari Jawa Barat. Tepatnya, 454.226 akseptor. Angka ini menempatkan Jabar paling superior di antara provinsi lain di Indonesia. Sementara pada momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, Jabar melayani 40.787 peserta KB. Jumlah tersebut belum termasuk 152 peserta KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi dan 486 metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi. Jika semuanya dihitung, jumlah yang terlayani mencapai 41.425 orang.

“Kerja keras para pengelola program Bangga Kencana membuahkan hasil menggembirakan. Sampai November 2020, jumlah peserta KB di Jawa Barat mencapai 7.423.272 orang atau 75,65 persen dari total pasangan usia subur (PUS). Angka ini bukan saja sangat bagus dari sisi prevalensi kesertaan ber-KB, melainkan membuktikan bahwa pandemi Covid-19 tidak sampai mengurangi capaian kinerja. Kinerja Bangga Kencana Jabar tetap moncer di tengah pandemi. Ini patut kita syukuri bersama,” ungkap Kusmana.

Kusmana yang akrab disapa Ayah Uung atau Ayah Spiral ini tidak memungkiri masih adanya mereka yang ingin menjadi peserta KB tapi belum terlayani. Dengan prevalensi 75 persen, berarti ada sekitar 25 persen PUS yang tidak menjadi peserta KB. Dari jumlah tersebut, terdapat di antaranya dalam kondisi hamil dan sengaja tidak ber-KB karena menginginkan anak segera.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Terkini

Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat Diresmikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Anggota JDIHN Terbaik Tahun 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:06 WIB

Coletot, Perpaduan Kuliner Khas Jabar-Yogyakarta

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:05 WIB

Ridwan Kamil Ajak Sri Sultan Nostalgia ke Bandung

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:39 WIB
X