• Selasa, 7 Desember 2021

Alun-alun Kota Cirebon, dari Pasangan Arsitek untuk Kemajuan Jabar

- Kamis, 22 April 2021 | 13:00 WIB
humas pemprov jabar
humas pemprov jabar

INILAH, Bandung-Di balik meronanya Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon tersurat sentuhan tangan duo arsitek kebanggaan Indonesia Daliana & Florian, founder dari SHAU (Suryawinata Heinzelmann Architecture & Urbanism) di Rotterdam, Belanda dan Bandung, Indonesia.

Kolaborasi suami-istri arsitek tangguh itu melahirkan gagahnya alun-alun yang terletak jantung Kota Cirebon di Jalan Kartini, Kecamatan Kebonwaru, Kota Cirebon yang telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rabu (21/4/2021). Waktu yang bersamaan dengan peringatan Hari Kartini. 

Alun-alun seluas 1 hektare itu kini menjadi magnet warga Kota Cirebon untuk berinteraksi atau berkegiatan dengan sejumlah fasilitas seperti tempat bermain dan juga perpustakaan hadir di sana. 

Adalah Daliana, salah seorang dari arsitek Alun-alun Kejaksan mengatakan, pihaknya tertarik mendesain ruang-ruang publik di Indonesia karena warga butuh lebih banyak ruang publik yang didesain dengan baik. Setelah kesuksesan desain Taman Film dan juga Alun Alun Cicendo di Bandung, mereka diminta oleh Pemprov Jabar untuk mendesain Alun-alun Kejaksan. 

"Prosesnya melalui pemahaman konteks, survei,  FGD partisipatif dengan pemkot dan pemangku kepentingan, desain arsitektur kami lakukan berkoordinasi dengan Pak Gubernur, Kang Emil sampai akhirnya direalisasikan oleh kontraktor melalui tender," ujar Daliana. 

Bagi arsitek SHAU, lanjut dia, filosofi yang terkandung dalam desain dan eskterior Alun-alun Kota Cirebon  berawal dari inspirasi  gapura atau Candi Bentar yang mereka terjemahkan ke dalam bentuk plaza kontemporer.  Ditambah, lokasinya sangat unik, dikelilingi Masjid At-Taqwa, monumen bersejarah, dan ada juga PKL dan akses halte bus. Di sana terdapat undakan untuk duduk-duduk.

"Alun-alun adalah ruang publik untuk semua, sehingga ada berbagai kegiatan. Namun yang utama adalah lapangan terbuka dengan garis-garis rumput dan bata sesuai arah kiblat, gapura utama, plaza memorial untuk memberikan penghormatan kepada monumen kemerdekaan, plaza air mancur, candi microlibrary yang merupakan taman baca, shelter PKL, taman bermain, dan tempat parkir terutama untuk Masjid," tutur Daliana. 

Adapun material bata merah digunakan agar sesuai dengan warna Candi Bentar yang mereka referensikan. Selain itu juga terasa familiar untuk warga Cirebon. 

Di sisi lain, Daliana mengaku ada kesulitan dan tantangan dalam merancang Alun-alun tersebut. 

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

FAGI Jabar Meminta Walkot Bandung Segera Lantik CKS

Selasa, 7 Desember 2021 | 10:35 WIB

SMA dan SMK di Jabar Kini Bisa Pelajari Pencak Silat

Senin, 6 Desember 2021 | 15:30 WIB

Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat Diresmikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Anggota JDIHN Terbaik Tahun 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:06 WIB
X