• Kamis, 9 Desember 2021

Jabar Hadirkan Fitur Isolasi Mandiri di Pikobar 

- Selasa, 6 Juli 2021 | 09:00 WIB
foto: Humas Pemprov Jabar
foto: Humas Pemprov Jabar

INILAH, Bandung-Lonjakan kasus COVID-19 membuat kapasitas rumah sakit di Jawa Barat (Jabar) menjadi sangat terbatas. Perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit diprioritaskan untuk kasus dengan gejala berat sampai kritis. Sedangkan, pasien COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan dapat menjalani isolasi mandiri (isoman) dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan. 

Guna mendukung manajemen perawatan pasien COVID-19 yang menjalani isoman, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar meluncurkan fitur Isolasi Mandiri dalam portal Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar). 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, fitur Isolasi Mandiri digagas untuk memudahkan masyarakat Jabar yang menjalani isoman dalam mengakses layanan telekonsultasi serta pengajuan paket obat dan multivitamin. 

"Selama ini kami melihat tekanan luar biasa pada rumah sakit. Padahal tidak semuanya sebenarnya perlu dirawat di rumah sakit, hanya sekian persen sebenarnya bisa dirawat di luar rumah sakit atau menjalani isoman," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (5/7/2021). 

Melalui fitur Isoman, Warga Jabar bisa mendapatkan informasi praktikal selama menjalankan isolasi mandiri yang meliputi: panduan isoman di rumah, prosedur pemantauan kontak erat, kriteria selesai isoman, serta pengajuan layanan telekonsultasi dan obat-obatan dengan mengunjungi portal Pikobar di https://pikobar.jabarprov.go.id/.

Kang Emil berharap layanan telekonsultasi yang dihadirkan pada Fitur Pikobar Isolasi Mandiri dapat menjadi upaya bersama dalam mengurangi beban fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Jabar. Apalagi tingkat keterisian tempat tidur RS di Jabar per Minggu (4/7/2021) mencapai 91,05 persen. 

"Yang menjalani isoman jumlahnya cukup banyak dan saya menerima komplain dari warga yang kebingungan harus berkonsultasi ke siapa. Lalu, mereka juga kebingungan mendapatkan obat-obatan dan suplemen," ucapnya. 

"Problem di luar rumah sakit ini menjadi latar belakang dan inisiatif Pemda Provinsi Jabar membuka konsultasi dokter secara online melalui Pikobar dan memberi obat serta suplemen gratis sesuai prosedur kepada mereka yang isoman," imbuhnya. 

Pemda Provinsi Jabar melakukan refocusing anggaran pembangunan 11 proyek infrastruktur sebesar Rp140 miliar untuk penanganan COVID-19. Anggaran sebesar Rp140 miliar tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan suplemen bagi pasien COVID-19 yang menjalani isoman.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

5 Desa di Jabar Raih Anugerah Desa Wisata 2021

Rabu, 8 Desember 2021 | 21:06 WIB

Gempita Budaya Wujud Persaudaraan Jabar-Yogyakarta

Rabu, 8 Desember 2021 | 20:57 WIB

Jabar Masagi Siap Lahirkan Generasi Muda Berkarakter

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:14 WIB

FAGI Jabar Meminta Walkot Bandung Segera Lantik CKS

Selasa, 7 Desember 2021 | 10:35 WIB

SMA dan SMK di Jabar Kini Bisa Pelajari Pencak Silat

Senin, 6 Desember 2021 | 15:30 WIB
X