• Senin, 27 September 2021

Jabar Terus Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan

- Rabu, 28 Juli 2021 | 09:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung-Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menuturkan pendapatan daerah khususnya dari pajak kendaraan bermotor turun tahun ini karena pandemi COVID-19 belum  berakhir yang berdampak pada pelemahan perekonomian masyarakat.

Namun Pemda Provinsi Jabar berupaya membuat terobosan untuk menggenjot pendapatan dari pajak kendaraan bermotor, yakni mendorong wajib pajak menyelesaikan kewajibannya dengan berbagai program keringanan dan stimulus. 

Hal itu disampaikan Wagub usai  rapat paripurna di DPRD Jabar, Selasa (27/7/2021). "Yang menjadi sorotan dari beberapa fraksi, mayoritas antara lain tentang berkurangnya pendapatan, termasuk berkurangnya pendapatan dari pajak kendaraan bermotor," ungkap Pak Uu-- sapaan Uu Ruzhanul.

Menurut Pak Uu, tidak tercapainya pendapatan daerah, pendapatan asli daerah, khususnya pendapatan pajak kendaraan bermotor roda empat, hal ini diakibatkan penurunan pendapatan para wajib pajak. Ini tidak lain pemutusan hubungan kerja di banyak lapangan usaha, dan rendahnya konsumsi akibat penurunan daya beli. 

Sehingga pada masa pandemi COVID-19, masyarakat lebih mengutamakan pengeluarannya untuk kebutuhan harian dan memilih menunda bayar pajak meskipun sudah jatuh tempo. 

Penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor juga dikarenakan ada kekurangan penetapan PKB dan kekurangan penetapan tarif PKB. Ini karena tidak mengenakan tarif PKB secara progresif atas kepemilikan kendaraan pribadi yang bukan kepemilikan pertama, sehingga perlu optimalisasi sektor pajak dalam pendataan dan penetapannya.

"Saya jelaskan ini semua karena situasi dan kondisi masyarakat dengan pandemi hari ini ada konsekuensi melemahnya perekonomian masyarakat,” katanya. 

Pak Uu menyampaikan bahwa Pemda Provinsi Jabar berupaya secara terus menerus meningkatkan penerimaan pendapatan daerah dengan optimalisasi dan intensifikasi komponen-komponen pendapatan daerah, serta kajian pendapatan yang realistis dengan kondisi pandemi. 

Intensifikasi di antaranya dengan memberikan pelayanan prima kepada wajib pajak secara cepat, tepat, dan akurat, serta memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi pembayaran pajak dan lain sebagainya.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Pengetesan Covid-19 di Jabar capai 27 ribu per hari

Senin, 27 September 2021 | 13:59 WIB

Tidak Ada Klaster PTM Terbatas, Ini Kata Disdik Jabar

Sabtu, 25 September 2021 | 18:35 WIB

Gebyar Vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas di Jabar

Sabtu, 25 September 2021 | 15:40 WIB

DPRD Jabar Harap Pemerintah Pusat Segera Buka Keran DOB

Sabtu, 25 September 2021 | 10:58 WIB

Ridwan Kamil Ingin Kereta Api sampai ke Selatan Jabar

Jumat, 24 September 2021 | 15:22 WIB

Pak Uu Ajak Warga Jabar Gunakan Kereta Api

Jumat, 24 September 2021 | 11:46 WIB

Transportasi Umum Jabar Harus Aman, Nyaman, Selamat

Jumat, 24 September 2021 | 08:43 WIB

Uu Ruzhanul Lepas Tim Penyemprotan Eco Enzyme ke Udara

Jumat, 24 September 2021 | 08:38 WIB

Mantap, 548 Desa di Jabar Sudah Terjangkau vaksinasi

Kamis, 23 September 2021 | 19:45 WIB
X