• Kamis, 21 Oktober 2021

Perbaiki Pola Distribusi Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Lobi Pusat

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 18:40 WIB
Foto: dok/inilahkoran
Foto: dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap pengelolaan suplai vaksin Covid-19 di Jabar dapat diperbaiki. Mengingat daftar alokasi vaksin untuk kabupaten kota berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih belum akurat.

Hal itu disampaikan menyusul telah datangnya vaksin Sinovac sebanyak 85.510 vial dan sebanyak 170 vial untuk vaksin Astra Zeneca pada Senin (2/8/2021) lalu.

"Kuota vaksin dari pusat alokasi M1 agustus 856.800 dosis. Pembagian ke kota kabupaten sudah saya sampaikan, kami menerima daftar distribusi dari kemenkes," ujar Ridwan Kamil, Rabu (4/8/2021).

Ridwan Kamil mengaku, pihaknya telah melakukan analisa sederhana. Berdasarkan hal tersebut, dia mengusulkan agar metoda distribusi vaksin yang akan disalurkan kepada setiap daerah di Jabar dilakukan oleh provinsi.

"Kalau sekarang ini kita ibaratnya hanya jadi tukang pos, menerima vaksin, kemudian menyalurkan sesuai daftar alokasi," katanya.

Bilamana mengikuti rekomendasi dari Kemenkes, pihaknya menemukan terdapat lima kabupaten kota yang kekurangan kuota vaksin. Bahkan, dalam hitungan lima hari sudah habis sehingga tidak dapat melanjutkan vaksinasi.

"Sementara ada juga yang dikasih menurut teori kemenkes, lampiran, di satu bulan itu belum habis," katanya.

Karena itu, dia meminta agar pengelolaan suplai vaksin tersebut diserahkan ke provinsi, termasuk dalam mengatur distribusi ke daerah berdasarkan kecepatan dan analisa evaluasi. Selain itu,  provinsi juga bisa mebagikan kepada pihak ketiga untuk mengenjot percepatan vaksinasi di Jabar.

Terlebih, berdasarkan kesanggupan puskesmas, klinik rumah sakit dan infrastruktur pemerintah hanya dapat menjangkau 60 persen.

"40 persen harus dikeroyok oleh infrastruktur nonpemerintah," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah pusat juga sudah memutuskan kesuksesan vaksinasi ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu 50 persen pemerintahan daerah, 25 persen TNI, dan 25 persen Polri.

Adapun jumlah distribusi vaksin Covid-19 di Jabar tertinggi adalah Kota Bandung, 2.547.000 dosis, kota bekasi 691 ribu dosis, kab bogor 686 ribu dosis, kota depok 452 ribu dosis, kota bogor 417 ribu dosis.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menambahkan, pemerintah pusat juga telah mengarahkan agar mendahulukan aglomerasi. Artinya, wilayah Bodebek dan Bandung Raya akan menerima vaksin yang lebih banyak sesuai dengan sebaran kasus.

"Dimana kasus tinggi, vaksinnya lebih banyak," katanya.

Disinggung mengenai pengelolaan ritme vaksinasi di Jabar, Emil menyampaikan, terbagi dari dua. Di mana salah satunya menggunakan aplikasi bernama Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE). 

Aplikasi milik pemerintah pusat tersebut digunakan untuk mengupdate stok vaksin di gudang. Hanya saja, dia mengaku, terjadi permasalahan di lapangan lantaran tidak semua gudang segera melakukan update.

"Ada gap data yang kita temukan sekian ratus ribu dosis sedang kita telusuri dimana permasalahannya. Pemerintah pusat menganggap kita masih kelebihan dosis, di bawah padahal menganggap sudah habis. Aplikasi stoknya tidak sedisiplin yang kita harapkan," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Foto: West Java Invesment Summit 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Pak Uu Tinjau PTM di Majalengka

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:45 WIB

Jawa Barat Punya Progra SELAMAT, Apa Itu?

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ingat Protokol Kesehatan Meskipun Macet Dimana-mana

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:45 WIB
X