• Rabu, 20 Oktober 2021

Jabar Miliki Potensi Besar untuk Dikembangkan Secara Industri Digital

- Senin, 13 September 2021 | 06:42 WIB
 Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Setiaji /Humas Pemprov Jabar
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Setiaji /Humas Pemprov Jabar

INILAHKORAN, Bandung-Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 202,6 juta pengguna internet dan 98,2 persen merupakan pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Penetrasi internet yang besar modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air.

Volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 124 miliar di tahun 2025. Di sisi lain, salah satu faktor pendukung yang menentukan kemajuan sebuah negara adalah jumlah entrepreneur. Pada 2018 tercatat jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk.

Baca Juga: Tak Mau Kecolongan Wisata Balas Dendam, Pemprov Jabar Gelar Swab Tes Acak di 11 Daerah

Melihat fakta tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan entrepreneur banga dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadikan bangsa ini tuan rumah di negara sendiri.

Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan visi “Indonesia Digital Nation 2025” dengan salah satu target transformasi digital yaitu mencetak 5.000 startup.

Sejalan dengan visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan para penggerak ekosistem digital, menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kewirausahaan ekonomi digital di indonesia.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ajak DPKLTS Siapkan Cetak Biru Jabar Resilience Culture Province

Gerakan ini ditargetkan dapat menciptakan kesempatan yang sama bagi calon startup founder di seluruh penjuru Indonesia untuk terhubung pada ekosistem startup digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji mengatakan, Jawa Barat memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya untuk meningkatkan industri digital. Selain jumlah penduduk yang mencapai 50 juta orang juga potensi alamnya yang sangat beragam untuk terus dikembangkan.

“Bicara potensi Jawa Barat, pertama berbatasan dengan Ibu Kota Negara, penduduknya paling banyak sekitar 50 juta, tersebar di pegunungan, hutan, pantai, persawahan,” ujar Setiaji dalam Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Starup Digital Institut Teknologi Bandung yang dilakukan secara daring, Sabtu (11/9/2021).

Baca Juga: Wajah-wajah Ceria Pelajar Cianjur Ikuti Vaksin COVID-19

Menurut Setiaji, dengan jumlah desa yang mencapai 5.312 dan 600 lebih kelurahan, Jawa Barat saat ini fokus mengembangkan teknologi inklusif yang artinya bukan hanya diakses masyarakat kota tapi masyarakat desa.

“Bagaimana teknologi bisa meningkatkan taraf hidup mereka yang ada di desa. Kami punya program desa digital, yang kami kemas ke dalam tematik pertanian, pariwisata, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain,” katanya.

“Nah sekarang teman-teman bisa mengambil potensi di sana, karena menurut riset penduduk nanti akan banyak tinggal di kota. Kita punya keinginan bagaimana penduduk banyak tinggal di desa tetapi rezeki kota,” kata Setiaji.

Baca Juga: Lina Ruzhan Hadiri Pelantikan PC Muslimat NU Kabupaten Bandung

Setiaji menyatakan, dengan teknologi Jabar dapat menghadirkan apa yang sebelumnya sulit dilakukan. Ia mencontohkan masyarakat bisa bekerja di mana saja kapan saja.

Kemudian dengan teknologi masyarakat desa dapat menjangkau layanan dokter spesialis melalui pelayanan kesehatan telemedicine atau konsultasi jarak jauh. Melalui teknologi pula petani dapat mengetahui nutrisi tepat bagi tanaman atau memilih pupuk yang cocok agar tidak merusak unsur tanah.

“Lalu bagaimana bloger-bloger atau youtuber dari desa dengan potensi desanya bisa memberikan informasi menarik. Sekarang orang sudah bosan menjual konten perkotaan,” kata Setiaji.

“Sekarang waktunya kita semua bagaimana menerapkan teknologi ini untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal didesa,” katanya.

Baca Juga: Dukung 500 Ribu per Hari Vaksinasi, Dishub Jabar Gelar Gebyar Vaksinasi

Setiaji menambahkan, dengan teknologi manusia kini bisa memantau aktivitas masyarakat atau industri dari jarak jauh, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran sungai.

“Kita itu punya sungai terpanjang 290 kilometer yaitu Citarum. Citarum itu tiga tahun yang lalu terkenal sangat jorok bahkan viral. Nah dengan teknologi kita bisa memonitor Sungai Citarum tersebut sehingga kita bisa tahu daerah-daerah mana, industri-industri mana yang ternyata membuang limbahnya ke sungai,” ujarnya.

“Kita berharap dengan teknologi tadi bisa memastikan ikan bisa hidup di sungai dan orang bisa berenang sehingga airnya pun bisa digunakan untuk kehidupan. Itulah potensi yang luar biasa bisa didapatkan di Jabar,” pungkasnya. ***

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Pak Uu Tinjau PTM di Majalengka

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:45 WIB

Jawa Barat Punya Progra SELAMAT, Apa Itu?

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ingat Protokol Kesehatan Meskipun Macet Dimana-mana

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Uu Ruzhanul Resmikan Wisata Anti Galau Talaga Langit

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:45 WIB

BI: Investasi Dorong Pemulihan Ekononi Jabar

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:30 WIB
X