• Jumat, 17 September 2021

Antisipasi Lanina, Paradigma Baru Mengurangi Risiko Bencana

- Rabu, 15 September 2021 | 09:46 WIB
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa barat (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan foto/ Humas Pemprov Jabar
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa barat (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan foto/ Humas Pemprov Jabar

INILAHKORAN, Bandung-Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Dani Ramdhan memperingatkan Jabar harus bersiap dari sekarang mengantisipasi bencana akibat fenomena lanina yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) muncul akhir 2021.

Antisipasi bencana harus menggunakan paradigma baru yakni mengurangi risiko bencana dengan mitigasi dan bukan lagi pada penanggulangan pascabencana.

"Pengurangan risiko bencana itu lebih menekankan kepada upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana. Jadi, segala upaya yang dilakukan prabencana seperti pelestarian lingkungan" katanya.

Baca Juga: APBD Jabar Defisit Rp5 Triliun, Dewan Minta Proyek Rahabilitasi Jalan Pasca Bencana Dimaksimalkan

Dani menjelaskan lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di bumi berakar pada kerusakan alam. Oleh karena itu upaya yang dilakukan adalah melestarikan alam.

"Upayanya adalah mencoba menyeimbangkan kembali antara kebutuhan manusia yang bersumber dari alam dengan pelestarian alam. Artinya manusia boleh mengeksplotiasi alam untuk kebutuhannya, tetapi tetap harus dibarengi dengan pelestarian," jelas Dani.

Ia menyebut, sebagian besar bencana di Jabar adalah bencana hidrologi atau selalu berkaitan dengan air seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, bahkan tsunami. “Bencana yang terjadiakibat air tidak lagi bisa ditahan karena pohon-pohon semakin berkurang,” katanya.

Baca Juga: Fitur Baru iPhone 13 Bisa Jadi Solusi di Kala Bencana

Musim kemarau saat ini disebut sebagai kemarau basah, yang artinya tetap membawa potensi hujan ringan sedang dan besar. Dalam prediksi lanina BMKG pun disebutkan musim cenderung basah yang artinya intensitas hujan akan naik 40-80 persen.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SKD CPNS Pemprov Jabar Resmi Dibuka, Simak Jadwalnya

Selasa, 14 September 2021 | 21:35 WIB

Pembudidaya Ikan Milenial Mulai Budi Daya Udang Vaname

Selasa, 14 September 2021 | 09:38 WIB

Komandan Kontingen Motivasi Atlet PON XX Jabar

Selasa, 14 September 2021 | 09:18 WIB

DPRD Jabar Harap Pandemi Segera Berakhir, Ini Langkahnya

Senin, 13 September 2021 | 20:26 WIB
X