• Sabtu, 16 Oktober 2021

Enam Destinasi Wisata Jabar Jadi Percontohan CHSE, 306 Hotel Sudah Memenuhi Standar

- Minggu, 19 September 2021 | 12:57 WIB
Wisatawan memberi makan wortel untuk rusa saat wisata satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/8/2021). TSI Bogor yang merupakan tempat wisata konservasi satwa tersebut dibuka kembali pada masa PPKM level 3 namun kunjungan wisatawan dibatasi hanya pada wahana Safari Journey dan presentasi edukasi satwa yang sifatnya terbuka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. (ARIF FIRMANSYAH)
Wisatawan memberi makan wortel untuk rusa saat wisata satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/8/2021). TSI Bogor yang merupakan tempat wisata konservasi satwa tersebut dibuka kembali pada masa PPKM level 3 namun kunjungan wisatawan dibatasi hanya pada wahana Safari Journey dan presentasi edukasi satwa yang sifatnya terbuka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. (ARIF FIRMANSYAH)
INILAHKORAN, Bandung- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaparbud) Jawa Barat mencatat terdapat enam destinasi wisata yang masuk menjadi percontohan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). Selain itu, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE.
 
Diketahui, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.
 
Sementara enam destinasi wisata yang masuk menjadi percontohan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi standa CHSE di Jabar, yaitu Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).
 
 
Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik berpesan kepada wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerpakan protokol kesehatan.
 
"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Dedi.
 
Dia menyampaikan, roda ekonomi harus tetap berjalan namun di sisi lain dikhawatirkan terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Karena itu, dia menilai, kondisi penurunan kasus Covid-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. 
 
"Memang dilematis. Taoi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," ungkap Dedi.
 
 
Dedi pun mengusulkan kepada pemerintah pusat agar aplikasi PeduliLindungi bisa memuat kapasitas wisatawan di objek wisata dengan pendekatan kawasan. Agar wisatawan bisa memantau objek wisata mana saja yang penuh dan tidak. 
 
"Kemarin saya usulkan, jadi pendekatannya kawasan. Jadi misalkan sekarang kawasan Kabupaten Bandung Barat ada The lodge harus in line dengan Orchid Forest atau misalkan dengan Farm House. Kita usulkan untuk menjadi percontohan PeduliLindungi," jelasnya. (riantonurdiansyah) 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PON Papua Resmi Ditutup

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Wali Kota Jayapura Ucapkan Selamat Jabar Juara PON

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Bandara Kertajati Kawal Ekspor Produk Perikanan Jabar

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:15 WIB

Emas Terakhir dari Cabor Renang

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Kini Lansia Bisa Datang ke Bidan Desa untuk Divaksin

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:15 WIB

Rekor dan Sejarah Atlet Jabar di PON XX Papua 2021

Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:45 WIB
X