• Selasa, 25 Januari 2022

Terkait Pembangunan RS di Jabar, Begini Skema yang Ditawarkan Jasa Sarana

- Rabu, 22 September 2021 | 14:14 WIB
PT Jasa Sarana menawarkan beberapa skema untuk pembangunan RS di Jabar. (Rianto Nurdiansyah)
PT Jasa Sarana menawarkan beberapa skema untuk pembangunan RS di Jabar. (Rianto Nurdiansyah)
INILAH, Bandung-BUMD PT Jasa Sarana menawarkan beberapa skema dalam pembangunan rumah sakit di sejumlah daerah. Salah satunya, dengan mengupayakan built operate transfer (BOT) 
 
Dengan skema itu, pihaknya akan menyewa lahan pada daerah dengan jangka waktu tertentu kemudian membangun rumah sakit lalu menyerahkan pada daerah sebagai aset setelah kurun waktu kerjasama selesai.
 
Diketahui, upaya membangun rumah sakit di sejumlah daerah ini sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
 
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan saat ini pihaknya bersama Aspen Medical Australia sudah menuntaskan pembentukan perusahaan patungan bernama PT Sanusa Medical Hospitals. 
 
“Sahamnya dimiliki Aspen Medical dan Jasa Sarana, pembentukannya 2 Agustus kemarin,” katanya saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).
 
Dia mengatakan, setelah PT Sanusa Medical Hospitals ( PT SMH) terbentuk, maka alur dan proses penugasan pembangunan rumah sakit yang diberikan pada pihaknya mulai bisa bergulir.
 
 “Sekarang kami tengah melakukan penjajakan berbagai skema kerjasama dengan pemerintah daerah terutama terkait penyediaan lahan,” katanya. 
 
 
Dia mengatakan, pihaknya sedang menjajaki tiga daerah untuk menggunakan skema BOT pada pembangunan rumah sakit tersebut. Adapun tiga daerah itu, yakni Subang, Karawang dan Sukabumi. 
 
“Kami sedang menyurati salah satu pemerintah daerah bisa tidak asetnya kami sewa, setelah 30 tahun kami serahkan bangunannya, setiap tahun kami bayarkan uang sewanya. Kami mencari skema yang terbaik karena lahan ini merupakan aset pemda,” katanya.
 
Hanif membahkan, pilihan lainnya yaitu pemilik lahan mengkonversi lahan sebagai penyertaan modal agar ikut dalam porsi kepemilikan rumah sakit sejak awal. SMH juga sudah menyiapkan opsi beli atau pengadaan lahan sendiri untuk rumah sakit. 
 
“Untuk lahan sendiri sedang dicari di lahan kawasan industri, kami sudah kontak kawasan industri di Karawang dan Bekasi, lagi survei lokasi juga,” ujarnya.
 
Hanif sendiri berharap skema BOT diambil daerah mengingat skema tersebut memberikan keuntungan pada daerah mulai dari pemasukan sewa per tahun hingga kepemilikan bangunan jika kerjasama telah selesai. “Paling mudah itu beli lahan sendiri, tapi kami memikirkan skema terbaik bagi daerah,” katanya.
 
 
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dalam West Java Investment Summit 2020 lalu ada keberhasilan Jawa Barat menggaet Rp 14 triliun dana dari pihak ketiga melalui skema KPBU untuk membangun rumah sakit.
 
“Ini mengejar 23-25 rumah sakit dalam 15 tahun ke depan bukan dari dana APBD, karena kita berhasil membawa target pembangunan tapi tidak menggunakan APBD,” katanya.
 
Menurutnya upaya ini merupakan perwujudan narasi pihaknya yang berencana membangun Jawa Barat tanpa harus memakai dana APBD. Pihaknya juga menugaskan BUMD PT Jasa Sarana untuk memikul penugasan tersebut.
 
“Jasa Sarana bermitra dengan Australia. Australia membawa Rp14 triliun sebagai tahap satu. Nah nanti 2021 akan dibangun dicicil  di seluruh wilayah Jawa Barat bagian dari RPJMD juga. bahwa Covid-19 ini harus mengedepankan kesiapan infrastruktur kesehatan juga,” ujarnya.*** (Riantonurdiansyah) 
 
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Pengoperasian Jalan Tol Cisumdawu Sesi 1

Senin, 24 Januari 2022 | 18:19 WIB

Kasus DBD di Jabar Tahun 2021 Mengalami Penurunan

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:45 WIB
X