• Sabtu, 16 Oktober 2021

Sistem Persinyalan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Teknologi GSM-R

- Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus./Humas Pemprov Jabar
Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus./Humas Pemprov Jabar

INILAHKORAN, Bandung-Sistem persinyalan Kereta Api cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan sistem dari Teknologi GSM-R sebagai teknologi transmisi data (train control data). Sistem persinyalan yang menjadi salah satu kunci safety operation tersebju  mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway. 

Manager Technical Design PT KCIC, Indra Yulianto mengatakan, teknologi ini dipilih karena GSM-R sudah proven dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator Kereta Api Cepat di dunia, di Negara-negara Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko. Teknologi ini juga termasuk teknologi yang stabil dan sudah terstandardisasi oleh UIC atau International Union of Railways (Uni Kereta Api Internasional).

Artinya bahwa teknologi CTCS-3/GSM-R masih akan diandalkan oleh sebagian besar operator Kereta Api Cepat di dunia dalam masa sekarang dan yang akan datang.

Baca Juga: Dampingi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kejati Jabar Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp3,2 Triliun

"Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada Kereta Api Cepat. Terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini  stabil, dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi," ujar Indra , Rabu (22/9/2021).

Diketahui, China Railway sendiri saat ini menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSM-R untuk mendukung pengoperasian jalur Kereta Api Cepat sepanjang 37.900 kilometer. CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan
maksimum 350 km/jam.

Adapun teknologi lainnya yang berbasiskan LTE, sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Menurut dia, China Railway baru melakukan tahapan pengembangan teknologi LTE untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat.

Baca Juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi dan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Untuk sampai dengan  tahapan implementasi masih membutuhkan waktu yang cukup lama serta biaya yang sangat besar untuk proses migrasi dari GSM-R ke LTE-R atau 5G-R," jelasnya.

Indra menjelaskan, selain penggunaan frekuensi GSM-R, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dilengkapi dengan backup system dalam teknologi kontrol sistem perkeretaapian. Backup system ini disiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi
gangguan persinyalan pada frekuensi GSM-R.

Pada saat persinyalan “turun” ke backup system, konsekuensinya adalah kecepatan jelajah maksimum kereta akan berkurang dari 350 km/jam menjadi 300 km/jam. Dapat dikatakan, aspek keamanan pada perjalanan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung sudah diperhitungkan dengan matang, termasuk jika terdapat gangguan sinyal GSM-R di perjalanan.

Baca Juga: Detective Conan:The Scarlet Bullet, Panggung Misteri di Kereta Cepat

"Artinya, ketika terjadi gangguan GSM-R secara tiba-tiba, hal ini tidak serta merta mengganggu operasional Kereta Api Cepat. Mengingat, teknologi kontrol atau sistem persinyalan
sudah diatur untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu. Sehingga teknologi kontrol sistem yang diterapkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sangat memungkinkan Kereta Api Cepat untuk bisa tetap  beroperasi dengan aman," jelas Indra.

“Selain itu, nantinya Sistem yang dibangun harus melalui proses pengujian (test and commissioning) dan sertifikasi yang ketat dari pihak yang berwenang,” katanya.

GM Corporate Secretary Mirza Soraya menambahkan bahwa saat ini PT KCIC sedang membahas kerjasama penggunaan frekuensi Telkomsel untuk mendukung persinyalan dan dimediasi oleh Kemenkominfo, dimana kedua belah pihak sepakat menjamin aspek safety pengoperasian Kereta Api Cepat dan meminimalisasi potensi gangguan terhadap pelayanan Telkomsel kepada pelanggan.

Baca Juga: Detective Conan:The Scarlet Bullet, Panggung Misteri di Kereta Cepat

Dalam pembahasan, PT KCIC bersama dengan Telkomsel sedang merumuskan batasan-batasan yang aman sehingga penggunaan frekuensi GSM-R di pita 900 MHz untuk Kereta Api Cepat tidak menganggu jaringan GSM publik yang digunakan masyarakat umum saat ini dan sebaliknya frekuensi seluler tidak menganggu safety pengoperasian Kereta Api Cepat. (riantonurdiansyah)

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PON Papua Resmi Ditutup

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Wali Kota Jayapura Ucapkan Selamat Jabar Juara PON

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Bandara Kertajati Kawal Ekspor Produk Perikanan Jabar

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:15 WIB

Emas Terakhir dari Cabor Renang

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:30 WIB

Kini Lansia Bisa Datang ke Bidan Desa untuk Divaksin

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:15 WIB

Rekor dan Sejarah Atlet Jabar di PON XX Papua 2021

Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:45 WIB
X