• Kamis, 28 Oktober 2021

Tidak Ada Klaster PTM Terbatas, Ini Kata Disdik Jabar

- Sabtu, 25 September 2021 | 18:35 WIB
Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi (foto: Okky Adiana)
Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi (foto: Okky Adiana)

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi menegaskan, tidak ada satu pun klaster terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Piihaknya sudah mengecek melalui pengawasan dan cabang dinas di berbagai daerah di Jabar.

"Akhirnya kita coba mengecek ke jejaring dari sumber yang ada, ternyata sumber itu setelah di buka dan di klik tidak muncul datanya, dan kita konfirmasi ke pusat data dan informasi (Pusdatin) dan Kemendikbud, ternyata telah terjadi miss comunication," jelas Dedi Supandi, di SLBN Cicendo, Kota Bandung, Sabtu 25 September 2021.

Menurut dia, bahwa yang dimaksud bukan ada klaster PTM terbatas, tapi saat ini ada data sekian yang melakukan PTM terbatas, yang anak-anaknya dulu sempat terkena Covid-19.

Baca Juga: Ada Hadiahnya, Disdik Jabar Ajak Siswa dan Guru Foto Alun-alun

"Jadi ini hanya miss comunication aja. Jadi, kita sampaikan kepada publik bahwa tidak ada klaster PTM terbatas
dan mohon doanya jangan sampai ada klaster PTM terbatas di Jabar," ujarnya.

Jika ada yang terpapar Covid-19 di klaster PTM terbatas, kata Dedi Supandi, pertama sekolah harus melakukan tindakan segera. Kedua, menutup sementara.

"Ketiga setelah menutup sementara, terus disemprot disinfektan, maka silakan bukan kembali," singkatnya.

Baca Juga: Pelaksanaan PPDB 2021, Ini Kata Disdik Jabar

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, terkait tatap muka di sekolah, itu ada definisi yang harus diluruskan. Itu sebetulnya bukan klaster, hanya ada laporan anak sekolah dan guru yang terkena Covid-19, belum tentu di sekolah.

"Jadi definisi klaster itu kalau menyebar di satu titik, jadi bisa di rumahnya, atau sedang dimana, karena profesinya guru, itu kemarin definisi klaster sekolah, saya kira itu kurang tepat," ucapnya.

Emil sapaan akrabnya pun, meminta Kemendikbud harus meluruskan terkait klaster sekolah. Karena, jika ada klaster sekolah, logikanya komite juga harus tahu.

Baca Juga: Disdik Jabar Bantu Pengobatan Guru Susan Asal Sukabumi yang Lumpuh Usai Jalani Vaksinasi

"Pasti komite tahu kan, ada titik yang rawan, sekarang kan kasus sedikit, bahwa kita juga ada 6 persen kasus yang turun tiap hari, kalau ada peningkatan kan kami pasti lebih awal," pungkas Emil. (okky adiana)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal UMK 2020 di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil

Kamis, 28 Oktober 2021 | 16:36 WIB

DPRD Jabar Apresiasi Catatan Manis P3D Subang

Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:11 WIB

Siti Muntamah Prediksi PTMT Bakal Ditutup Kembali

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:28 WIB

Uu Ruzhanul Ajak Pemuda Satukan Visi Membangun

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:00 WIB

Jabar Belajar Pemulihan Ekonomi dari Jepang

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:45 WIB
X