Prokes Warga Jabar Relatif Tinggi, Namun Penerapannya Harus Ditingkatkan

Kepatuhan warga Jawa Barat menjalankan protokol kesehatan cukup tinggi. Namun, masih ada beberapa poin yang mesti terus ditingkatkan.

Prokes Warga Jabar Relatif Tinggi, Namun Penerapannya Harus Ditingkatkan

INILAHKORAN, Bandung - Kepatuhan warga Jawa Barat menjalankan protokol kesehatan (prokes) cukup tinggi. Kendati demikian, masih ada beberapa poin yang mesti terus ditingkatkan.

Kepala Divisi Kepatuhan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Satgas Covid-19 Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, masih terdapat beberapa prokes yang dilanggar di antaranya mengenai jaga jarak atau social distancing.

"Kalau secara umum, memang betul bahwa kepatuhan masyarakat Jabar itu tinggi. Tetapi kalau kita ambil sampel di ruang publik misalkan di Pangandaran atau daerah tujuan wisata itu perpaduan penduduk lokal dan wisatawan masih berkerumun dan tidak menjaga jarak," ujar Ade, Selasa 28 September 2021.

Baca Juga: Pastikan Prokes Dipatuhi, Polisi Sambangi Tempat Wisata dan Bagikan Masker di Masa PPKM

Pada dua pekan ke belakang, menurut dia, di kawasan tersebut
masih terdapat penduduk lokal banyak yang lalai mengabaikan pemakaian masker dan di tempat usaha mereka tidak terlalu berani untuk mengarahkan pengunjung karena langganan supaya jaga jarak.

Ade mengatakan, pihak pengelola pun telah memberikan tanda silang di tempat duduk pengunjung. Tetapi hal itu, kerap tak digubris pengunjung.

"Alasannya mereka sudah keburu duduk, kalau diberi tahu ini keluarga. Memang betul secara umum kepatuhan masyarakat terhadap prokes sudah tinggi, tetapi di dalam kasuistis di lokasi tertentu tetap saja kami menemukan masih ada yang lalai. Kelalain itu di ruang publik, cafe resto, warung makan," kata Ade.

Baca Juga: Objek Wisata di Kota Bogor Segera Buka, Berani 'Nakal' Langgar Prokes Bakal Disegel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah menyoroti mobilitas warga di Jabar kembali tinggi. Dalam laporannya otoritas kesehatan dunia itu menyebut bahwa mobilitas warga di Jabar seperti sebelum pandemi. Meski demikian, saat ini seluruh daerah di Jabar masuk ke dalam zona kuning atau daerah dengan risiko penularan Covid-19 rendah.

"Memang di Jabar berdasarkan Inmendagri tidak ada level 4, hanya ada level 2 dan level 3. Hasil zonanya mayoritas kuning dengan adanya peningkatan hasil asesmen beberapa fasilitas yang diketatkan dulu mulai dilonggarkan sekarang. Beberapa ruang publik dan komersil mulai dibuka, aktivitas warga mulai berjalan. Bahkan kalau misalkan level 2 dan level 1 dikatakan seperti normal sedia kala," katanya.

Kasatpol PP Jabar itu mengatakan, dari hasil monitoring di lapangan masyarakat memang mulai terlihat lalai dan mengabaikan prokes, dikarenakan mereka merasa sudah vaksin sehingga yakin tidak terpapar.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Terjun Bebas, Dinkes: Disiplin Prokes Warga Bandung Jangan Turun Juga

"Masih ada masyarakat yang mengaku lupa menggunakan masker. dari dua tahun ini masih ada yang lupa terus, kemudian juga di beberapa daerah tujuan wisata masih ada pelaku usaha di industri pariwisata atau pun di wilayahnya yang belum bersedia dan belum siap divaksin," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, ujar Ade, Satgas Covid-19 Jabar pun menggandeng komunitas masyarakat untuk melakukan sosialisasi prokes. Pihak yang digandeng mulai dari penyanyi jalanan, PKL, pedagang pasar, komunitas seni dan sebagainya.

"Agar mereka bisa mengedukasi ke komunitasnya dan masyarakat umum," pungkasnya. (rianto nurdiansyah)


Editor : inilahkoran