Penusukan Siswa di Bogor, Kadisdik Jabar: Bukan PTM yang Jadi Akar Masalahnya!

Kadisdik Jabar Dedi Supandi menegaskan penusukan siswa di Bogor bukan dipicu pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penusukan Siswa di Bogor, Kadisdik Jabar: Bukan PTM yang Jadi Akar Masalahnya!
Kadisdik Jabar Dedi Supandi. (okky adiana)
INILAHKORAN, Bandung- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi buka suara mengenai penusukan yang melibatkan siswa dari SMAN 6 dan SMAN 7 Kota Bogor. Dia menegaskan, bukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut.

Diketahui, dengan adanya kejadian yang menewaskan satu orang pelajar tersebut mengakibatkan PTM di kedua sekolah itu harus ditangguhkan selama dua pekan untuk membangun atmosfer belajar yang lebih kondusif.

"Bukan PTM yang menjadi akar masalahnya, jadi bukan karena PTM terus siswa saling tusuk dan tawuran, justru kejadiannya sebelum PTM, tapi karena kejadian itu dikhwatirkan terjadi pemahaman atau kondisi (gesekan) antarsekolah, maka kita memberlakukan SMAN 6 dan SMAN 7 ditangguhkan PTM-nya selama dua pekan," ujar Dedi, Selasa 9 Oktober 2021.
 
 
Menurut Dedi, kejadian nahas itu pun terjadi bahkan sebelum PTM dimulai di Kota Bogor. Mengingat ada dua daerah yang baru melaksanakan PTM pada Senin 11 Oktober 2021 kemarin, yakni di Kota Bogor dan Depok.

"Ya karena kemarin kondisi PPKM di wilayah Bodebek fluktuasinya berubah-ubah, jadi kalau yang lain ada yang dari 8 September, kalau Depok sama Bogor belum diberlakukan ketika itu," katanya.
 
Baca Juga: Siswa Terlibat Kriminalitas dan Tawuran, KCD Wilayah II Jabar Ancam Cabut Izin PTM

Dedi mengatakan, Disdik Jabar pun telah merancang agar dilakukan bimbingan konseling dan sosialisasi terkait Covid-19 kepada para siswa.

Sebelumnya RM (17), pelajar SMAN 7 Bogor, tewas ditusuk RA (18), Rabu (6/10) malam. Lokasi kejadiannya di Jalan Palupuh atau tak jauh dari SMAN 7 Bogor. Tersangka dendam lantaran sempat dipukul korban.
 
Baca Juga: Tawuran dan Kerumunan Bikin Resah Warga Bogor di Masa PTM Terbatas, Begini Langkah Polresta

Selain RA, polisi menangkap ML (17). ML ini rekan RA yang dianggap turut serta saat insiden penusukan. Dua tersangka itu dijerat Pasal 80 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.*** (riantonurdiansyah)
 
 
 


Editor : inilahkoran