• Selasa, 18 Januari 2022

Di Munas PPP, Ridwan Kamil Ingin Cara Kampanye Partai Islam Sesuai Zaman Now

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:41 WIB
Ridwan Kamil saat menghadiri Munas PPP di Semarang, Minggu 17 Oktober 2021. (InilahKoran/Istimewa)
Ridwan Kamil saat menghadiri Munas PPP di Semarang, Minggu 17 Oktober 2021. (InilahKoran/Istimewa)
INILAHKORAN, Semarang- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai dewasa ini cara menarik simpati masyarakat tidak lagi dapat menggunakan cara yang konvensional.
 
Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat menjadi narasumber Musyawarah Nasional Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Minggu Oktober.

Pada kesempatan tersebut Ridwan Kamil menyarankan agar para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus inovatif dalam berkampanye.

"Saya itu mengamati dari dulu tahun 1955 sampe pemilu kemarin. Kenapa persentase partai Islam tak signifikan padahal umat islam 90 persen, tapi ketika nyoblos gak ke partai muslim," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya.
 
Baca Juga: Fajar/Rian Menang, Indonesia Ungguli China 2-0, Selangkah Lagi Juara Piala Thomas 2020

Menurut pemahamannya, cara partai persuadif politik harus sesuai dengan zaman. Menurutnya, ada jarak generasi yang harus dipahami para kader partai.

"Saya juga masih mencari kenapa, apakah partai islam kurang persuasif, saya hanya bisa menjawab yang saya pahami. Dalam teori generasi saya pakai jam tangan, anak saya gak punya jam tangan, itu contoh gap generasi. Ini saya pelajari, ada gap yang orangtua tak paham dengan cara konsituen generasi sekarang," tuturnya.

Saat ini, lanjut Emil -sapaan Ridwan Kamil-, masyarakat lebih melek teknologi dan mengkonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

"Nah jadi generasi Z ini tidak mengonsumsi PPP lewat baligo, tapi lewat hp. Jadi kalau kader PPP masih maen baligo itu ketinggalan zaman dan baligo itu mahal. Kalau ingin ppp bangkit investasikan ke cara generasi baru. Ubah cara dakwah politiknya, jauhi cara konvensional," tuturnya.
 
Baca Juga: Atalia Ridwan Kamil: Kegiatan Susur Sungai Cileueur Bukan Kegiatan Pramuka

Emil juga menitipkan agar PPP berinvestasi pada individu terbaik jika ingin menjaga persaingan dikancah politik nasional. 

"PPP harus berinvestasi pada individu terbaik yang paham zaman sudah berubah dan yang paham perubahan itu untuk kemaslahatan umat," tuturnya.

Dia  berharap PPP menjadi agen dalam menjaga kondusivitas demokrasi tanah air. Sebab, kata dia, masalah utama bangsa Indonesia saat ini adalah mudah bertengkar.
 
Baca Juga: Instagram Ariel Noah Ramai 'Diserbu' Pejabat Termasuk Ridwan Kamil, Ada Apa?

"Apa masalah Indonesia hari ini, adalah mudah bertengkar. Semua negara maju sudah selesai dengan pertengkarannya. Nah kita, kapan bisa ngomongin roket ke bulan. Maka tugas partai mendidik demokrasi kepada masyarakat. Kedua pelayanan publik, jangan baiknya lima tahun sekali. Ketiga, merebut kekuasaan, ini yang paling ramai. Mudah-mudahan tiga fungsi partai seimbang," jelasnya.
 
 
 

Editor: Bsafaat

Artikel Terkait

Terkini

KPP Gelar Baksos Peduli Lansia

Senin, 17 Januari 2022 | 10:47 WIB

KPP Jabar Lantik Pengurus KPP Sumedang

Senin, 17 Januari 2022 | 10:34 WIB

FAGI Jabar Sesalkan Penganiayaan SIswa SMK di Ciamis

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:59 WIB
X