• Sabtu, 27 November 2021

DPRD Jabar Dorong Anggaran Proyek Rutilahu Ditingkatkan, KBB Jadi Prioritas

- Senin, 18 Oktober 2021 | 11:18 WIB
Aktivitas warga di kawasan permukiman kumuh Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan Rp560 miliar untuk memperbaiki 31.500 rumah tidak layak huni (rutilahu) sepanjang 2021 di 27 daerah di Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa. (RAISAN AL FARISI)
Aktivitas warga di kawasan permukiman kumuh Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan Rp560 miliar untuk memperbaiki 31.500 rumah tidak layak huni (rutilahu) sepanjang 2021 di 27 daerah di Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa. (RAISAN AL FARISI)

INILAH, Bandung – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mendorong program proyek Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), khususnya di Kabupaten Bandung Barat untuk ditingkatkan jumlah dan anggarannya. Mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

Dia menjelaskan, proyek Rutilahu pada 2021 meningkat 31.500 unit rumah dengan masing-masing anggaran tiap unit senilai Rp 17.500.000. Dimana standarnya tiap tahun sejumlah 20 ribu unit yang menerima bantuan. Peningkatan ini dilakukan kata Daddy, untuk menutupi kekurangan pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: CEK! Jadwal Vaksinasi Covid-19 Kota Bandung Khusus Ibu Hamil dan Anak Usia 12-17 Tahun

"Sebenarnya pada tahun 2021 program ini ada tambahan, dimana regulernya itu 20.000 rumah, tetapi ada kekurangan sekitar 11.500. Jadi tahun ini bertambah sekitar 31.500 dengan biaya satuan per unitnya itu masih diangka Rp 17,5 juta," ujarnya.

Baca Juga: Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi, Bukti Nyata DKKC Peduli Pencemaran dan Kelangkaan Air

Daddy menambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan nilai bantuan tiap unit menjadi Rp 25 juta atau naik sekitar Rp 7,5 juta. Sehingga bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih maksimal. Selain itu, pihaknya juga berharap tiap tahun minimal 20 ribu unit rumah dapat tergarap, sehingga masyarakat yang memiliki tempat tinggal yang layak bisa dipercepat.

Baca Juga: Siap-siap Kecewa! Merah Putih Juga Terancam Tak Berkibar di Asian Games 2022 dan Beberapa Ajang Ini

"Komisi IV sendiri mempunyai keinginan meningkatkan harga satuannya menjadi Rp 25 juta. Namun setelah mendapatkan informasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat, bahwa pada saat ini pagu indikatif yang diterima hanya 9.400 unit, dengan harga satuannya sekitar Rp 20 juta. Memang betul keputusan ini masih belum final, masih ada proses-proses yang perlu dilalui. Namun pada intinya kami meminta adanya kenaikan harga satuannya dan juga jumlahnya minimal 20.000,” tutupnya. (Yuliantono)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Jabar Minta MPP Diperbanyak

Jumat, 26 November 2021 | 19:15 WIB

DPRD Jabar Dorong Pemprov Perbanyak Desa Digital

Jumat, 26 November 2021 | 15:21 WIB

DPRD Jabar Minta TAPD Tidak Asal Klaim Anggaran OPD

Sabtu, 20 November 2021 | 17:15 WIB

DPRD Jabar Minta Jaswita Maksimalkan Aset

Sabtu, 20 November 2021 | 11:30 WIB

Legislator Ingin Genjot IPP Jabar

Rabu, 10 November 2021 | 14:31 WIB

DPRD Jabar Sebut Ibu Pelindung Terbaik Bagi Anak

Selasa, 9 November 2021 | 15:00 WIB

DPRD Jabar Minta bjb Bantu Perekonomian Desa

Senin, 8 November 2021 | 21:30 WIB

DPRD Jabar Dorong Pemprov Putar Otak Terkait BIJB

Senin, 8 November 2021 | 19:15 WIB

DPRD Jabar Minta Pemprov Serius Tangani Soal Sampah

Senin, 8 November 2021 | 18:55 WIB
X