• Minggu, 5 Desember 2021

Ingat Protokol Kesehatan Meskipun Macet Dimana-mana

- Senin, 18 Oktober 2021 | 21:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (18/10/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (18/10/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kemacetan lalu lintas di kawasan aglomerasi perlu disikapi pemda kabupaten/kota dengan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Diketahui kawasan aglomerasi Bandung Raya (Kota/Kab Bandung – Cimahi – Bandung Barat) dan Bodebek (Bogor – Depok –
Bekasi) belakangan suasana kotanya semakin ramai. Hal itu membawa kekhawatiran banyak pihak terutama epidemiolog memperingatkan kedatangan gelombang ketiga COVID-19.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bakal Lobi Pusat Biar Atlet Jabar Bisa Diterima Jadi PNS

Menurut Ridwan Kamil, kemacetan adalah konsekuensi peningkatan mobilitas masyarakat akibat pelonggaran PPKM. Transisi keadaan dari pendemi ke endemi terus berjalan bertahap. Namun tetap pergerakan orang perlu dipantau secara epidemiologis sehingga pandemi COVID-19 tetap terkendali.

"Khususnya Kota Bandung saya sampaikan tingkat vaksinasinya yang tertinggi di Jawa Barat. Sehingga kemungkinan dalam teorinya Kota Bandung menuju herd immunity," ujar Ridwan Kamil saat memimpin Rakor Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (18/10/2021).

Sebagai contoh vaksinasi dosis pertama Kota Bandung sudah di angka 90,22 persen atau melebih target 70 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua 67,97 persen mendekati terget. Begitu pun dengan Kota Bogor dan Kota Cimahi vaksinasi dosis pertamanya sudah di atas 80 persen.

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Sinyal ini di Munas PPP, Ikhtiar Cari Parpol untuk Pilpres 2024?

Meski begitu perlu diingat vaksin bukan obat dan orang yang sudah divaksin tetap berpotensi terpapar COVID-19 jika kedisiplinannya kendur. Untuk itu Gubernur minta petugas Satpol PP/TNI/Polri mengawasi pergerakan orang di ruang-ruang publik dan komersial.

Pemda kabupaten/kota harus memastikan bahwa masyarakat mematuhi protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat Diresmikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Anggota JDIHN Terbaik Tahun 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:06 WIB

Coletot, Perpaduan Kuliner Khas Jabar-Yogyakarta

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:05 WIB

Ridwan Kamil Ajak Sri Sultan Nostalgia ke Bandung

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:39 WIB

Ridwan Kamil Pamer Lukisan di Yogyakarta

Rabu, 1 Desember 2021 | 23:00 WIB
X