• Minggu, 5 Desember 2021

Soal UMK 2020 di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 16:36 WIB
 (spn.or.id)
(spn.or.id)

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk menetapkan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022. Saat ini sedang terus melakukan pengkajian guna menghasilkan kebijakan yang seadil-adilnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, sejauh ini aspirasi mengenai UMK 2022 ini telah banyak berdatangan.

"Masih menunggu arahan seperti apa. Biasanya, kan nunggu dari Kemenaker kan masih akhir November ya. Aspirasi, sudah berdatangan kami ingin seadil-adilnya," ujar Ridwan Kamil, Kamis 28 Oktober 2021.

Baca Juga: Duh, UMK KBB Hanya 3 Persen, Serikat Buruh Sebut Pemda KBB Terindikasi Pro PP36/2021

Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya juga sedang mengkaji mengenai kemungkinan kenaikan upah di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

"Jadi kita ini sedang proses belum normal tapi menuju normal jadi akan jadi pertimbangan," kata Ridwan Kamil.

Sementara itu, Ketua DPD KSPSI Jabar Roy Jinto mengatakan buruh menolak UU Cipta Kerja. Dia menegaskan, kaum buruh pun meminta pemerintah menetapkan UMMK 2022 naik sebesar 10 persen.

Roy menjelaskan, menjelang penetapan UMK 2022 itu buruh menyatakan empat tuntutan. Pertama, meminta pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja. Kedua, menolak penetapan UMP 2022 di wilayah Jabar.

Ketiga, meminta pemerintah menetapkan UMK 2022 di kabupateh/kota se-Jabar sebesar 10 persen. Terakhir, menetapkan upah diatas upah minimum sebagai pengganti UMSK.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat Diresmikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:13 WIB

Jabar Provinsi Anggota JDIHN Terbaik Tahun 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:06 WIB

Coletot, Perpaduan Kuliner Khas Jabar-Yogyakarta

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:05 WIB

Ridwan Kamil Ajak Sri Sultan Nostalgia ke Bandung

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:39 WIB

Ridwan Kamil Pamer Lukisan di Yogyakarta

Rabu, 1 Desember 2021 | 23:00 WIB
X